Dalam Enam Bulan, Ribuan Perempuan Di Serang Menjanda, Kok Bisa?

Daerah  JUM'AT, 10 JULI 2020 , 18:38:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Dalam Enam Bulan, Ribuan Perempuan Di Serang Menjanda, Kok Bisa?

Dalih Effen/RAG

RMOLBANTEN. Pengadilan Agama Serang, Banten, mencatat dalam kurun waktu 2019 hingga 2020 telah menangani sebanyak 7.000 kasus penceraian yang diajukan oleh penggugat dari istri dan suami.

Ketua Pengadilan Agama Serang,  Dalih Effen mengatakan, hingga bulan Juli 2020 ini pengajuan gugatan penceraian mengalami peningkatan dan sebagian perkara masih dalam proses.

"Angka perceraian lumayan, di tahun 2019 kita menangani 5.000 kasus, juga ditambah di tahun 2020 ini baru 2000 lebih kasus penceraian," katanya, Jumat (10/7).

Dalih menjelaskan, pihaknya juga tidak hanya menerima pengajuan gugatan penceraian dari masing-masing pasangan, akan tetapi ada juga kasus penceraian talak dan isbat sebanyak 1.600 kasus.

"Tapi tidak hanya cerai saja ada yang isbat juga banyak sekitar 1.600, sudah ada sampai dengan bulan Juli ini. Itu sudah selesai yang masih proses masih banyak sekitar ada 2.500," ucapnya.

Ia mengungkapkan, alasan terjadinya penceraian tersebut desebabkan oleh faktor ekonomi serta orang ketiga dalam rumah tangganya.

"Rata-rata alasan mereka mengajukan gugatan itu karena faktor ekonomi, apalagi saat pandemi seperti ini," ujarnya.

Ia juga mengatakan, dari pengajuan gugatan cerai itu didominasi dari pihak perempuan yang berusia rata-rata 30 tahun keatas, dengan angka perceraian terbanyak di wilayah Kabupaten/Kota Serang.

"Memang didominasi dari pihak perempuan kisaran umur 30 tahun yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Dan angka itu paling banyak di Kabupaten Serang dan Kota Serang," pungkas Dalih. [ars]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds