COVID-19

Achmad Yurianto: Tidak Ada Itu Orang Tanpa Gejala

Kesehatan  SABTU, 11 JULI 2020 , 00:24:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Achmad Yurianto: Tidak Ada Itu Orang Tanpa Gejala

Ketum JMSI Teguh Santosa dan Jubir Covid-19 Achmad Yurianto/RMOLID

RMOLBANTEN. Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyatakan sejatinya tak ada istilah orang tanpa gejala dalam kasus pasien yang kemudian dinyatakan positif virus corona baru atau Covid-19.

Achmad Yurianto menegaskan itu saat menjadi pembicara di peluncuran buku ‘Menghadang Corona: Advokasi Publik di Tengah Pandemik’ milik politisi PAN, Saleh Partaonan Daulay di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/7).

"Sakit itu yang gejalanya ringan, kalau di kalangan tanpa gejala, enggak ada orang tanpa gejala karena kami sudah cek,” terang Yurianto.

Dirinya membuktikan itu saat menanyakan kepada pasien positif Covid-19 yang menganggap remeh gejala virus asal Wuhan itu.

"Saya tanya badanmu, ya meriang-meriang pak. Enggak batuk? Ya kadang batuk dikit enggak papa pak, kan biasa asap knalpot. Keluhan sakit itu subyektif,” katanya.

Achmad Yurianto menceritakan kebiasaan masyarakat di kampung halamannya.

Warga di kampung, kata Dokter kelahiran Malang, Jawa Timur ini, baru dinyatakan mengidap penyakit bila tidak bisa bangun dari tempat tidurnya dan tidak bisa bekerja seperti biasa.

"Kalau anak sekarang jerawatan aja ke dokter spesialis kulit, udah berobat ke Singapura. Persepsi sakit itu beda, kalau sakit tanpa gejala itu enggak ada. Pasti ada gejala," ucapnya.

Achmad Yurianto merasa miris hingga kini masih ada masyarakat yang menganggap remeh gejala Covid-19 seperti batuk dan demam.

"Apa bahayanya? Begitu dia tidak merasakan sakit, tidak merasa membawa penyakit, apa yang terjadi dengan orang terdekatnya?" paparnya.

Dirinya juga mendaparkan informasi ada seorang bayi yang baru lahir terkena Covid-19 usai digendong oleh keluarganya yang mengidap Covid-19. Namun mereka ngotot tidak memiliki gejala.

"Begitu kita lakukan penelurusan epidemologi, ternyata abis dibesuk oleh saudaranya yang positif. Mungkin enggak kita menjaga jarak dengan bayi yang lucu? Cium, gendong pastilah (dilakukan)," demikian Achmad Yurianto dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds