Catat, Investor Timur Tengah Lirik Beli Saham Bank Banten

Ekbis  RABU, 15 JULI 2020 , 01:31:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Catat, Investor Timur Tengah Lirik Beli Saham Bank Banten

Gatherng Bank Banten/Repro

RMOLBANTEN. Sejak diumumkan resmi oleh Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) sebagai pemegang saham pengendali Bank Banten yang akan menambah penyertaan modal ke bank tersebut sebesar Rp 1,551 triliun, kepercayaan masyarakat dan investor yang melirik untuk bekerjasama dalam rangka bisnis dan pengembangan bank mulai terbangun kembali.

Tak hanya investor dari  dalam negeri  bersiap memiliki saham Bank Banten dengan cara  rights issue atau menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), namun juga dari luar negeri, seperti dari Jazirah Arab, Timur Tengah yang akan  menjadi investor dengan cara membeli saham baru yang tidak laku dijual (standby buyer)

Komisaris Utama Bank Banten Media Warman,  pada acara Media Gathering Bank Banten disalah satu cafe di Kota Serang, Selasa (14/7) mengungkapkan, pihaknya sudah diminta oleh puluhan investor baik dari dalam maupun luar negeri.

"Sudah banyak investor yang menghubungi pihak manajemen Bank Banten untuk bersinergi termasuk adanya beberapa perusahaan atau korporasi yang 'standby buyer' dan masih dalam tahap kordinasi dan proses 'due diligence' oleh OJK. Saya kasih bocorannya yang standby buyer  salah satunya dari Timur Tengah," katanya.
   
Namun kesempatan standby buyer lanjut Media hanya menjadi pilihan kedua saja.

"Kita lebih menguatamakan yang dalam dulu. Karena peoaesnya juga harua melalui fit and proper test oleh OJK," imbuhnya.
 
Sementara itu, masih menurut Media, manajemen Bank Banten menyambut baik dan mengapresiasi langkah pemprov dalam upaya membantu untuk penyehatan bank daerah tersebut dari sisi permodalan dengan langkan konversi kas daerah menjadi modal bank Banten senilai Rp 1,551 trilun.  

"Selama ini saya belum pernah mendengar DPRD paripurna pada Sabtu dan Minggu. Kita sangat mengapresiasi bahwa seluruh komponen masyarakat Provinsi  Banten ingin menyelamatkan ini ( Bank Banten). Kemarin mereka melakukan paripurna pada hari Sabtu dan Minggu, itu luar biasa," ujarnya.

Pihaknya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPRD Banten dan juga Pemprov Banten khususnya Gubernur Banten  Wahidin Halim (WH) yang telah memberikan perhatian yang tinggi terhadap penyelamatan Bank Banten.

Ini menunjukan harapan masyarakat Banten yang menginginkan Bank Banten menjadi bank yang sehat, yang siap berdaya saing dan menjadi bank yang menjadi kebanggan masyarakat Banten.

Sebelumya pada Sabtu (11/7) Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan rapat paripurna bersama DPRD Banten dengan agenda pengajuan Raperda Penambahan Penyertaan Modal Bank Banten senilai Rp 1,551 triliun dan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil (RZWP3K).

Media Warman mengatakan, dengan adanya penyertaan modal dari Pemprov Banten tersebut, maka akan menjadikan penambahan kekurangan modal bank Banten agar menjadi bank sehat dengan kebutuhan modal sekitar Rp 3 triliun. Sehingga kekurangan modal untuk mencapai Rp 3 triliun tersebut akan diupayakan dengan menerbitkan HMETD atau 'rights issue' yang diperkirakan dibuka pada Oktober 2020.

"Kita sangat optimis langkah kita untuk menyehatkan bank Banten ini bisa terwujud. Tentunya terutama dengan adanya dukungan semua komonen masyarkat Banten," kata Mediawarman.

Senada diungkapkan Komisaris Independen Bank Banten, Titi Khoiriyah. Menurutnya, dengan sudah adanya langkah dan statemen dari pemprov  terkait penyertaan modal untuk Bank Banten, sudah banyak investor yang menghubungi pihak manajemen bank Banten untuk bersinergi termasuk adanya beberapa perusahaan atau korporasi yang "standby buyer' dan masih dalam tahap kordinasi dan proses 'due diligence'.

"Kami sudah bersinergi dan terus berkoordinasi dengan OJK, tentunya 'standby buyer' ada dari beberapa korporasi masih dalam proses 'due diligence'. Dan yang akan bersinergi dengan kita adalah yang sama-sama ingin mengembangkan Bank Banten ini nanti 'digital banking' yang ditingkatkan dan strategi bisnisnya kedepan yang bisa sama-sama bersinergi dengan Pemprov Banten," kata Titi.

Sementara itu Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa menyampaikan laporan kinerja Bank Banten pada semester pertama Tahun 2020 dari sisi kinerja bank Banten secara umum yang terus menunjukan perbaikan, meskipun beberapa pekan sebelumnya Bank Banten menjadi perhatian publik dan juga ramai menjadi pemberitaan media lokal dan nasional terkait kondisi bank Banten ini.

"Dengan keterbatasan yang ada, upaya efisiensi yang dilakukan oleh perseroan secara berkesinambungan telah memeberikan dukungan atas perbaikan kinerja keuangan melalui penurunan rugi bersih secara 'year on year' pada Q2 2020 (quarter ke dua) sebesar 23,5 persen atau turund ari Rp 3,4 miliar pada Q2 2019 menjadi Rp 63,7 miliar pada Q2 2020," demikian Fahmi Bagus Mahesa. [ars]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds