Azmi Abubakar: Modern Oke, Tapi Budaya Asli Jangan Sampai Hilang Dari Tangsel Ini

Pariwisata & Budaya  RABU, 15 JULI 2020 , 03:38:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Azmi Abubakar: Modern Oke, Tapi Budaya Asli Jangan Sampai Hilang Dari Tangsel Ini

Azmi Abubakar dan CEO RMOLBanten/IST

RMOLBANTEN. Jika tidak dikelola dengan baik, Kota Tangerang Selatan sebagai daerah penyangga Ibukota dan menyandang kota modern terancam kehilangan jati diri atau budaya aslinya.

Begitu kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Banten Azmi Abubakar saat ngopi santai dengan CEO sekaligus Pimpinan Redaksi RMOLBanten Dede Zaki Mubarok, di Teras Kota, Serpong, Tangsel, Selasa (14/7).

Bang Bewok biasa disapa mengaku menjadi warga Tangsel sejak 1980. Untuk itu, Azmi paham betul kalau di Tangsel banyak situs bersejarah dari hasil kelilingnya ke kelurahan-kelurahan di kota ini.

"Saat ini rasanya sangat kurang terawat, bahkan ada beberapa yang sudah hilang, karena pembangunan,” sentil Azmi.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta, Azmi mengurai, Kota Tangsel daerahnya sangat berwarna dan plural. Ragam budaya khas hadir di daerah termuda di Provinsi Banten ini, Ada Betawi, Sunda, Batak, Jawa, dan daerah lainnya. Juga termasuk etnis Tionghoa.

"Tangsel dihuni hampir seluruh suku yang ada di Indonesia ini," terang Azmi.

Dalam obrolannya, Azmi mengaku mempelajari ragam budaya yang menjadi ciri khas Kota Tangsel sudah sejak lama. Pada 1989 silam, Azmi bahkan sudah mendirikan organsiasi masyarakat Betawi di Ciputat Timur meskipun dia berdarah Aceh.

"Insya Allah, paham betul apa yang terjadi dengan perkembangan kebudayaan asli kota ini, karena sejak 1989 saya sudah mendirikan organisiasi kebudayaan Betawi di Tangsel. Di kampus, saya mendirikan Himpunan Mahasiswa Betawi ketika itu. Jadi bisa dikatakan saya sangat mencintai kebudayaan Betawi sudah sangat lama sekali,” terang Azmi.

Sayangnya, kebudayaan lokal tersebutkata Azmi, sudah hampir hilang.

Untuk menyelamatkan itu, yang bisa menyelamatkan situs bersejarah tersebut ialah pemerintah daerah dengan membuatkan regulasi serta pengaturan dan kebijakan pengelolaan atau melestarikan kebudayaan asli Tangsel ini.

"Kegelisahan saya, jangan sampai kita terlalu modern, tetapi kita lupa dengan akar kita. Saat ini kita sudah memiliki Perda tentang Budaya Betawi, tetapi kan di Tangsel tidak hanya Betawi, ada juga Sunda. Kita akomodir, karena ini juga merupakan budaya asli Kota Tangsel,” ujarnya.

"Saran saya ada sederhana kalau soal ini adalah soal regualasi," demikian Azmi Abubakar.

Sebagai informasi, Azmi Abubakar ini ramai digadang-gadang akan mendampingi Muhamad sebagai calon wakil walikota Tangsel pada pilkada 2020. Bahkan keduanya sempat membuat video pendek dengan dibumbui jargon "Tangsel Untuk Semua". [ars]


Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds