Lurah Benda Baru Bantah Ngamuk Di SMA 3 Tangsel

Kota Tangerang Selatan  JUM'AT, 17 JULI 2020 , 20:04:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Lurah Benda Baru Bantah Ngamuk Di SMA 3 Tangsel

SMA 3 Tangsel/Lan

RMOLBANTEN. Lurah Benda Baru, Saidun mengelak atas sikap arogannya sampai merusak fasilitas SMA Negeri 3 Tangsel.

Saidun juga membantah pemberitaan yang viral, dimana menyebutkan dirinya mengamuk dan menendang toples kaca hingga pecah karena siswa titipannya tak diterima di SMAN 3 Tangsel.

"Lah iya, bukan marah yang bagaimana. Saya bilang, kalau seandainya emang enggak bisa ya udah, enggak bisa. Ya kalau dibilang kesel cuman toples sebenernya, kaleng roti yang sedang. Kalau seandainya itu yang ada beling barangkali, ada gelas satu disitu ke dorong," ujar Saidun saat dikonfirmasi, Jumat (17/7).

Saidun juga merasa heran adanya laporan dirinya di Polsek Pamulang.

"Makanya kita bingung kok kepolisian malah manggil-manggil buat dilaporin. Itu ada apa," ucapnya.

Selain itu, Saidun juga mengelak jika dirinya membawa lima siswa titipan. Ia menjelaskan, dirinya hanya membawa dua siswa yang merupakan anak dari staff Kelurahan Benda Baru.

"Saya seorang Lurah, ada staff saya anaknya mau masuk (sekolah), staff saya Sekuriti. Kalau lima itu bohong. Dua orang staff saya, kemudian yang satu lagi sudah masuk dengan sendirinya dari jalur prestasi. Saya cuma mendorong (supaya) anak sekuriti saya (masuk). Sudah itu aja, kalau emang enggak masuk ya udah, enggak apa," papar Saidun.

Sebelumnya diberitakan, keterangan berbeda justru dijelaskan Plt Kepala SMAN 3 Tangsel, Aan Sri Analiah.

Aan membenarkan jika oknum Lurah Benda Baru mengamuk karena siswa titipannya tidak diterima di SMAN 3 Tangsel.

"Mungkin Pak Lurah juga dapat mendapatkan tekanan dari mana-mana agar bisa mengusahakan masyarakatnya atau siapa untuk bisa masuk di SMAN 3 Tangsel. Kan PPDB sudah berakhir, kemudian sudah daftar ulang. Kemudian kita sampaikan baik-baik. Nah mungkin karena merasa beliau juga ingin membela rakyatnya, kemudian ingin titipannya di akomodir," papar Aan.

Diketahui, ada lima siswa yang dibawa oknum Lurah Benda Baru dan kelima siswa tersebut tidak diterima oleh SMAN 3 Tangsel.

"Ada lima, enggak masuk semua," imbuhnya.

Atas kejadian tersebut, pihak SMAN 3 Tangsel melaporkan ke Polsek Pamulang.

Saidun diduga melakukan tindak pidana dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa orang untuk berbuat atau tidak berbuat dan pengerusakan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 335 (1) KUHP dan 406 KUHP. [ars]






Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds