Enam Jenis Covid-19 Dengan Gejala Yang Berbeda Ditemukan Ilmuwan Inggris

Internasional  MINGGU, 19 JULI 2020 , 13:45:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Enam Jenis Covid-19 Dengan Gejala Yang Berbeda Ditemukan Ilmuwan Inggris

Ilustrasi penelitian/Net

RMOLBANTEN. Para ilmuan di Inggris menunjukkan, ternyata virus corona bisa menyebabkan enam jenis penyakit Covid-19.

Diketahui, penelitian mengenai virus corona baru atau SARS-CoV-2 terus dilakukan oleh seluruh ilmuan di penjuru dunia.

Para peneliti dari King's College London (KCL) mengatakan, masing-masing "strain" yang telah diidentifikasi memiliki serangkaian gejala sendiri dengan tingkat variasi keparahan.

Temuan tersebut, dokter dapat mengidentifikasi pasien mana yang mungkin lebih memerlukan intervensi media yang lebih serius setelah didiagnosis.

"Temuan ini memiliki implikasi penting untuk perawatan dan pemantauan orang-orang yang paling rentan terhadap Covid-19 yang parah," ucap Dr. Claire Steves dari KCL kepada Sky News.

"Jika Anda dapat memprediksi siapa orang-orang ini pada hari kelima, Anda punya waktu untuk memberi mereka dukungan dan intervensi awal seperti memantau kadar oksigen dan gula darah, dan memastikan mereka terhidrasi dengan baik, perawatan sederhana yang dapat diberikan di rumah, mencegah rawat inap dan menyelamatkan nyawa," sambungnya menjelaskan.

Adapun temuan KCL tersebut muncul di tengah laporan keberhasilan pemerintah Inggris melakukan uji coba tes antibodi untuk menentukan paparan Covid-19.

Tes dengan mekanisme finger-prick tersebut dikembangkan oleh UK Rapid Test Consortium (UK-RTC), yang terdiri dari anggota dari Universitas Oxford dan sejumlah perusahaan riset Inggris.

Hasil uji coba menemukan tingkat akurasi tes tersebut 98,6 persen. Selain itu hasilnya bisa muncul dalam 20 menit.

Dengan keberhasilan uji coba tersebut, Pemimpin UK-RTC, Chris Hand, mengatakan, pihaknya akan bekerja keras untuk menghasilkan ratusan ribu dosis setiap bulannya.

"Jika virus corona seperti flu dan orang-orang membutuhkan vaksin tahunan, kita akan memerlukan pengujian antibodi massal untuk mengukur respons antibodi orang terhadap vaksin itu. Itu bagian dari rencana," pungkasnya dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]



Komentar Pembaca
Barikade Made In China

Barikade Made In China

JUM'AT, 05 MARET 2021

Cut-Off Vitamin D

Cut-Off Vitamin D

RABU, 03 MARET 2021

Demi Suaka, Para Migran Nekad Mendaki Pegunungan Alpen Saat Musim Dingin
Buntut Kekerasan Petugas Keamanan, Puluhan Ribu Pengunjuk Rasa Banjiri Jalanan Myanmar
Pemakzulkan Donal Trump Gagal, Joe Biden: Demokrasi Itu Rapuh
Huawei HSBC

Huawei HSBC

SENIN, 15 FEBRUARI 2021

Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds