Lurah Benda Baru Diperiksa Polisi, 5 Jam Belum Keluar Ruang Penyidik

Hukum  SELASA, 28 JULI 2020 , 15:44:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Lurah Benda Baru Diperiksa Polisi, 5 Jam Belum Keluar Ruang Penyidik

Kapolsek Pamulang, AKP Supiyanto/LAN

RMOLBANTEN. Kepolisian sektor (Polsek) Pamulang akhirnya memanggil Lurah Benda Baru, Saidun yang mengamuk dan merusak fasilitas sekolah milik SMA Negeri 3 Tangsel, Selasa (28/7).

Saidun yang merusak fasilitas sekolah karena, calon siswa titipannya ditolak oleh SMAN 3 Tangsel.

Saidun yang mendatangi Polsek Pamulang dengan menggunakan seragam khas Aparatur Sipil Negara (ASN) tiba sekitar pukul 10.35 WIB dengan salah satu pendampingnya dari Kelurahan Benda Baru.

Pantauan Kantor Berita RMOL Banten, hingga pukul 15.00 WIB, Saidun belum juga keluar dari ruang penyidik Polsek Pamulang yang berada di lantai 2.

Kapolsek Pamulang, AKP Supiyanto membenarkan jika Lurah Benda Baru, Saidun sedang dimintai keterangan oleh tim penyidik Polsek Pamulang terkait pengrusakan yang dilakukannya pada 10 Juli lalu di SMAN 3 Tangsel.

"Yang mana kami dari pihak penyidik Polsek Pamulang telah melakukan pemanggilan melalui izin Ibu Walikota karena beliau seorang Pegawai Negeri. Kemudian hari ini, Lurah Benda Baru Saidun telah kami panggil sementara masih jadi saksi ya, beliau datang dan sementara nasih dalam proses penyidik," terang Supiyanto di Mapolsek Pamulang, Selasa (28/7).

Supiyanto mengatakan, pemanggilan Saidun ke Polsek Pamulang merupakan pertama kali atas dasar pengembangan kasus perbuatan tidak menyenangkan dan pengrusakan sebagaimana pasal 335 dan Pasal 446 KUHP.

"Ini pertama (pemanggilan). Tentunya penyidik, baru melakukan pemeriksaan hasilnya belum diketahui. Yang jelas sekarang masih dalam proses pemeriksaan statusnya masih menjadi saksi," ujarnya.

Lanjutnya, status saksi bisa menjadi tersangka jika nantinya penyidik melakukan gelar perkara.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan sebagai saksi, kita gelar perkara, kami menentukan tersangka melalui gelar perkara. Itu namanya proses manajemen penyidikan, itu SOP kami. Setelah digelar perkara berdasarkan fakta, alat bukti yang ada nanti kita tingkatkan jadi tersangka," tutur Supiyanto. [ars]

Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds