Penanganan Kasus Pencabulan Lambat, Ponpes Di Serang Digeruduk Warga

Keamanan  SELASA, 28 JULI 2020 , 18:38:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Penanganan Kasus Pencabulan Lambat, Ponpes Di Serang Digeruduk Warga

Ponpes digeruduk warga/RAG

RMOLBANTEN. Puluhan santri dan masyarakat  Padarincang, Kabupaten Serang mendatangi pesantren yang diduga dijadikan tempat pencabulan santriwati.

Kedatangan masyarakat dan santri untuk menggeruduk pesantren lantara kesal hingga sekarang pelaku belum tertangkap atau penanganan yang dilakukan lambat padahal sudah tiga minggu berjalan sejak laporan di awal Juli.

Pantauan di lapangan massa mulai berdatangan sejak pagi dan massa mulai semakin bertambah saat siang hari. Konsentrasi massa mulai bergerak saat siang hari tiba.

Nampak lokasi dijaga ketat aparat kepolisian dan sudah dipasang garis line polisi.

"Cuma minta di hukum seberat-beratnya, karena sudah bikin malu kampung dan juga pesantren," kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (28/7).

Menurutnya emosi masyarakat sudah tidak terbendung lagi, masyarkat hanya meminta pelaku untuk diadili seadil-adilnya dan menutup pesantren.

"Kami minta polisi untuk segera mencari pelaku," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Seorang oknum guru salah satu pesantren di Kabupaten Serang dilaporkan ke Polres Serang Kota karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap santriwati.

Salah satu orang tua korban Sa'mun (48) mengatakan pihaknya mengetahui anaknya jadi korban  setelah ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Serang.

"Ada yang laporan dari orang desa ke saya, anak saya ditangani P2TP2A. sampai kaget seperti ini," ucapnya.

Dikatakan Sa'mun selama ini anaknya tertutup. Anaknya, lanjutnya mondok di pesantren tersebut diajak warga dan sudah mondok di pesantren tersebut sekitar satu tahun.

"Sebelumnya anak saya itu tertutup  gak pernah ngeluh justru saat ditanya diapain, jawabnya gak diapa-apain sama sekali gak terbuka tertutup," ujarnya.

Untuk menguatkan laporan ke Porles Serang Kota pihaknya mengaku telah melakukan visum bagi korban yang diduga menjadi korban pencabulan.

"Visum sudah, sudah ketiga-tiganya (Korban), sudah visum semua," ujarnya.

Sementara itu, Staff P2TP2A Kabupaten Serang, Laela Purnama Sari mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah melakukan pendampingan terhadap empat korban pencabulan itu.

"Kita bantu pendampingan hukum ke Mapolres, terus kita juga mendampingi visum ke rumah sakit," katanya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini kondisi fisikologis para korban cukp baik, hanya saja setelah mendengar pemberitaan yang sudah ramai di media sosial (medsos) membuat mereka kekhawatiran dan merasa takut.

"Kita juga melakukan pendampingan psikologis kepada anak itu, cuman pas kita pulangkan anak itu sudah ceria. Malahan pas kasusnya sekarang viral mereka jadi merasa malu dan takut," ujarnya. [ars]





Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds