Masa Santri Membubarkan Diri Usai Polisi Janjikan Penangkapan Pelaku Pencabulan

Hukum  RABU, 29 JULI 2020 , 02:13:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Masa Santri Membubarkan Diri Usai Polisi Janjikan Penangkapan Pelaku Pencabulan

Wakapolres Serang Kota Kompol Mirodin/RAG

RMOLBANTEN. Puluhan santri yang bertahan meminta pelaku pencabulan untuk segera ditangkap akhirnya membubarkan diri. Para santri ini membubarkan diri setelah Polres Serang Kota berjanji segera menangkap pelaku pencabulan tersebut.

Wakapolres Serang Kota Kompol Mirodin melakukan mediasi dengan para santri, depan pondok pesantren yang diduga jadi tempat pencabulan para santriwati, Rabu (29/7) dinihari.

Para santri dengan tertib langsung membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Tindak lanjut kasus ini kami akan melacak dan mengejar (pelaku) mohon doanya supaya segera tertangkap secepat-cepatnya," ujarnya.

Polisi sudah memasang police line untuk mengamankan barang bukti (pondok pesantren) sehingga tidak ada perubahan atau kerusakan.

"Hari ini kami mengamankan TKP yang diduga jadi tempat pencabulan kami menurunkan kurang lebih 100 personil untuk (pengamanan) di wilayah ini," ucapnya.

Dirinya juga mengimbau kepada  masyarakat supaya menjaga kondusifitas dan peran serta masyarakat untuk meredam sehingga padarincang ini aman indah dan damai.

Sebelumnya diberitakan, semakin malam masa dari santri yang kesal akan tingkah dari oknum guru di pesantren yang diduga telah melakukan pencabulan kepada santriwati di salah satu pesantren terus berdatangan.

Santri yang datang dari daerah sekitar Padarincang seperti Anyer, Mancak dan Pandeglang terus meneriakkan teriakan tangkap pelaku pencabulan.

Sambil duduk bersimpuh beristighfar diiringi sholawat nabi para santri meminta kepada polisi untuk segera menangkap pelaku pencabulan.

"Tangkap pelaku pencabulan,pPencabulnya kena (ditangkap) kita pergi sendiri," kata salah satu santri saat melakukan orasi, Selasa (28/7).

Dalam orasinya, para santri juga mengatakan jika ada satu santri yang terluka maka itu akan menjadi luka bagi santri semuanya.

"Kami akan tetap ada disini jika pelaku belum ditangkap," tegasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds