Pertarungan Tiga Trah Politik Di Pilkada Tangsel, Akankah Muncul Dinasti Baru?

Pemilukada  KAMIS, 30 JULI 2020 , 00:28:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Pertarungan Tiga Trah Politik Di Pilkada Tangsel, Akankah Muncul Dinasti Baru?

Bacalon Walikota dan Wakil di Pilkada Tangsel/Repro

RMOLBANTEN. Kalau tidak ada halangan berarti, tiga dinasti politik dipastikan akan bertarung di Pilkada Tangsel pada Desember 2020 nanti. Pertarungan tiga dinasti ini membuat Pilkada di Tangsel ini menjadi menarik.

Dimulai dari dinasti Ratu Atut Chosiyah yang diwakili Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan. Pilar Saga sendiri yang merupakan keponakan mantan Gubernur Banten Ratu Atut.

Selanjutnya ada, dinasti Kiai Maruf Amin yang diwakili anaknya Siti Nur Azizah berpasangan dengan Ruhamaben. Kiai Maruf Amin sendiri saat ini adalah Wakil Presiden RI.

Terakhir dinasti Prabowo Subianto yang menurunkan keponakan kesayangannya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berpasangan dengan Muhamad. Prabowo sendiri selain Ketua Umum Partai Gerindra juga Menteri Pertahanan.

Dinasti Maruf Amin, Siti Nur Azizah-Ruhamaben didukung Partai Demokrat dan PKS. Sebagai catatan PKS belum medeklarasikan dukungan.

Dinasti Prabowo, Muhamad-Saraswati didukung Gerindra, PDIP dan Hanura. Pasangan ini sebagai catatan rekomendasi resmi yang diumumkan baru Gerindra dan Hanura, sementara PDIP berencana dalam waktu dekat mengumumkan pasangan ini.

Dinasti Atut, Benyamin-Pilar ditopang partai pemegang kursi terbanyak di Tangsel yakni Partai Golkar.

Mengupas itu semua, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno melihat, dua bakal calon (Bacalon) Muhamad dan Siti Nur Azizah punya dua misi besar di Pilkada Tangsel.

"Bagi Muhammad dan Azizah, di Pilkada Tangsel membawa dua misi besar sekaligus, yakni, dinasti baru menang Pilkada dan agenda demokrasi dengan mengalahkan kekuatan dinasti Banten (Atut)," urai Adi, Rabu (29/7).

Adi menilai kekuatan tiga bakal calon di Pilkada Tangsel saat ini lebih kompetitif.

Meski begitu, Muhamad dan Benyamin sama-sama mempunyai Wakil yang belum begitu dikenal oleh masyarakat Tangsel.

Untuk, itu peran Pilar Saga dan Rahayu Saraswati sangat ditunggu agar bisa mendompleng nama Muhamad dan Benyamin.

"Kalau melihat kekuatan calon mesti ada alat ukurnya, seperti survei. Tapi secara umum, Pilkada Tangsel sekarang lebih kompetitif," ucapnya.

Adi mnggarisbawahi, jika dinasti Atut kembali berkuasa di Tangsel, adanya Pilkada Tangsel hanya sebatas seremonial.

"Yang menariknya, kedua dinasti baru itu sama-sama ingin menumbangkan dinasti Atut di Tangsel. Itu agenda utama demokrasi. Kalau yang menang tetap dinasti Atut, itu sama saja Pilkada sebatas seremonial, ritual 5 tahunan yang tak berarti," ungkap Adi.

Untuk itu tantangan besarnya, kata Adi, ada di Muhamad dan Siti Nur Azizah membuktikan dan memastikan mesin partai jalan.

"Ini pertarungan trah politik, dan Tangsel pun menjadi sorotan," pungkasnya. [ars]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds