Oknum Mahasiswa PTN Surabaya Praktek Fetish Bungkus Kain Jarik

Nusantara  KAMIS, 30 JULI 2020 , 15:54:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH

Oknum Mahasiswa PTN Surabaya Praktek Fetish Bungkus Kain Jarik

Fetish kain jarik/Net

RMOLBANTEN. Tagar #Gilang mendadak viral di media sosial (medsos) Twitter, Rabu (29/7) malam. Warganet pun mendadak heboh begitu membaca cuitan dari akun Mufis yang trending sejak diunggah pukul 18.21 WIB.

"Predator "Fetish Kain Jarik" Berkedok Riset Akdemik dari Mahasiswa PTN di SBY," tulisnya melalui akun @m_fikris.

Secara umum, Fetish diartikan sebagai dorongan kelainan seksual, berhubungan dengan benda mati atau benda hidup. Biasanya, ditujukan kepada benda-benda seperti pakaian dalam, sepatu, kaos kaki, rambut perempuan.

Dalam kasus ini, seorang mahasiswa, Gilang, meminta korban membungkus dirinya dengan kain jarik. Sebutan bahasa Jawa untuk kain bermotif batik dengan berbagai corak. Dengan cara itu, Gilang mendapatkan kenimatan seksual.

Awalnya, pemilik akun Twitter @m_fikris tidak curiga saat Gilang memintanya membungkus diri dengan kain jarik. Apalagi, pria yang mengaku mahasiswa angkatan 2015 Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur itu, mengatasnamakan aksi fetishnya sebagai penelitian.

Lewat bantuan temannya, pemilik akun Twitter @m_fikris pun menuruti kemauan Gilang. Membungkus dirinya memakai kain jarik. Gilang pun meminta korban mendokumentasikan aksi tersebut.

Kondisi korban dalam keadaan terbungkus pun diabadikan dalam foto dan video. Rak hanya itu, Gilang juga meminta korban untuk bereaksi melalui suara dan gerakan-gerakan tertentu.

Meski tidak terjadi sentuhan langsung, namun melalui foto dan video itulah, orang-orang fetisisme mendapatkan kenimatan seksual.

"Sumpah awalnya gw gak ngira si bisa kena pelecehan sexual kek gini. Gw kek bego banget gak tau mana riset mana hal-hal berbau fetish gini, rada shock juga si gw," sesal korban.

Korban pun memberanikan diri mengunggah dugaan pelecehan yang dialaminya ke Twitter. Termasuk, bukti skrinsut percakapan, foto, dan video saat dirinya menjalankan perintah Gilang.

"Karena suatu pertimbangan (takut bertambahnya korban) gw jadi berani speak up," harap korban. [tsr]


Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds