Penghuni Huntara Tsunami Banten Nikmati Daging Kurban

Daerah  MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 , 21:24:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Penghuni Huntara Tsunami Banten Nikmati Daging Kurban

Warga korban tsunami/IST

RMOLBANTEN. Dompet Dhuafa (DD) Banten melakukan pendistribusian hewan kurban sebanyak 40 ekor kambing dan 3 Sapi ke wilayah terdampak tsunami Banten-Lampung dua tahun yang lalu. Tiga titik lokasi menjadi target hewan kurban yakni Kelapa Koneng, Pematang Munar dan Sumur.

"DD Banten juga mendistribusikan daging kurban untuk warga yang masih menempati hunian sementara (Huntara) di wilayah Sumur. Dua tahun lalu wilayah ini tertimpa bencana sehingga akan lama dalam membangun kembali perekonomian ditambah pandemi Covid-19 sehingga ekonomi wisata belum bisa pulih seperti sedia kala," kata Pimpinan DD Banten, Mokhlas Pidono, Minggu, (2/8).

Pendistribusian tersebut ke tiga titik lokasi yang berbeda yakni Lebak Pandeuy, Ladeuh dan Cempaka. Masih banyak dari warga setempat hanya memakan daging kurban setahun sekali bahkan ada yang baru pertama kali mendapatkan daging kurban semenjak memeluk agama Islam.

"Alhamdulliah senang sekali dari DD Banten bersama MPZ YMAI dalam mendistribusikan hewan kurban di wilayah kami berupa seekor sapi dan 27 doka, banyak terima kasih kepada donatur rencana akan dibagikan ke Huntara, Cikeruk, Legon dan Kampung Masjid," ujar Ketua RT di Sumur, Pandeglang, Jatra.

"Ini pertama kali kami dan kembali menikmati kurban yang diberikan DD Banten bersama MPZ YMAI pasca Tsunami Banten yang menerjang Kampung Sumur ini, membangun dari awal dan kembali membangkitkan ekonomi agak susah, ditambah lagi pandemi Covid-19 sehingga aspek wisata di wilayah ini turun drastis. Tahun lalu kami pun belum sempat untuk kurban karena masih berbenah pasca bencana yang melanda," tambahnya.

Fasilitas yang lengkap cukup memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Namun sayang keberadaan Huntara ini semakin dilupakan oleh pemerintah setempat. Melihat kondisi Paud dan taman bermain yang kurang terawat menjadi nilai yang wajib diperhatikan.

"Alhamdulillah ini merupakan daging kurban pertama kami, sejak kami di Huntara belum bisa merasakan daging kurban. Jangankan kami berkurban, daging kurban pun kami jarang kebagian. Saat ini Huntara dihuni sebanyak 78 KK. Kondisi PAUD dan taman bermain yang sudah banyak rusak akibat kurang terawat dan termakan oleh usia.," tandas tokoh masyarakat sekaligus penghuni Huntara, Ganta. [ars]

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds