Razia PKL Di Pasar Serpong Bukti Perda Larangan Berjualan Di Trotoar Mandul

Keamanan  SENIN, 03 AGUSTUS 2020 , 22:41:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Razia PKL Di Pasar Serpong Bukti Perda Larangan Berjualan Di Trotoar Mandul

Satpol PP Tangsel razia PKL yang jualan di troroar/LAN

RMOLBANTEN. Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah membuat Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 Tahun 2014 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima karena berjualan diatas trotoar.

Sanksinya pun, para pedagang yang bersalah dan melanggar akan dibawa ke pengadilan untuk mengikuti sidang tindak pidana ringan (Tipiring).

Meski sudah ada perda tersebut, para pedagang di Pasar Serpong tetap saja nekat berjualan di trotoar atau bahu jalan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangsel pun, kembali menertibkan para pedagang yang melanggar di Pasar Serpong, Senin (3/7/).

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Tangsel, Sapta Mulyana menyebutkan, dari penertiban tersebut sebanyak 82 pedagang liar yang kedapatan sedang berjualan di bahu jalan ditertibkan petugas.

"Penertiban dilakukan kembali karena para pedagang sudah mulai membandel hingga mengganggu pengguna jalan. Jadi dengan berbagai kesibukan patroli PSBB, pasar kan kambuh lagi ketertibannya, sudah amburadul lagi. Jadi kita tertibkan lagi, karena banyak para pedagang yang berjualan di atas bahu jalan," jelas Sapta saat dikonfirmasi, Senin (3/7).

Menurut Sapta, kehadiran pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan sangat mengganggu aktivitas lalu lintas di Pasar Serpong.

"Mereka mengganggu aktivitas lalu lintas, merampas hak seseorang pejalan kaki dan menyangkut keselamatannya. Kalo terlalu ke tengah juga bahaya tertabrak mobil," terangnya.

PKL yang terbukti melanggar, oleh personel Satpol PP Tangsel dagangannya dibongkar dan meja dagangannya diangkut.

"Kalau tadi itu baru saya bongkar, meja yang dari kotak kayu saya tarik saya angkut pakai truk saya buang. Dan harapannya saya buang lagi. Ya tapi inilah Serpong, antiknya begitu," papar Sapta.

Sapta menegaskan, jika PKL kembali melanggar, pihaknya tak segan-segan akan membawanya ke pengadilan untuk menjalani sidang Tipiring.

"Tindakan pertama semantara, satu dua kali ini persuasif dulu. Nanti ke depannya mohon maaf aja, dagangannya akan saya angkut. Dan kita akan kirim ke pengadilan lagi, tipiring lagi," tegasnya.

Meski begitu, Satpol PP Tangsel sudah memberikan kelonggaran bagi PKL untuk berdagang. Tetapi, disaat aktivitas lalu lintas di Pasar Serpong sudah tidak padat.

"Jadi kita ada kesepakatan untuk solusinya yang terbaik, kita maklumi. Jadi mereka boleh berjualan dari pukul 22.00 WIB sampai 06.00 WIB. Sesudahnya harus bersih, dan tidak ada aktivitas (jual beli) lagi. Tapi kenyataannya muncul lagi muncul lagi," tutup Sapta. [ars]



Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds