Dua Tahun Sikat 1400 Motor, Sindikat Curanmor Diciduk Polresta Tangerang

Keamanan  SENIN, 03 AGUSTUS 2020 , 23:16:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Dua Tahun Sikat 1400 Motor, Sindikat Curanmor Diciduk Polresta Tangerang

Barbuk curanmor/Repro

RMOLBANTEN. Jajaran kepolisian Polresta Tangerang, menringkus dua orang pria berinisial J dan FH. Keduanya diringkus di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang akhir Juli 2020.

Diduga pelaku sebagai sindikat curanmor.

Menurut Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, kedua tersangka sangat ahli dalam curanmor.

Saat beraksi, kedua tersangka menggunakan kunci letter T. Dengan kunci itu, tersangka hanya membutuhkan waktu 3 detik untuk mencuri motor.

"Kedua tersangka berbagi peran, satu orang mengawasi dan satu orang mencuri, istilah mereka ‘memetik’,” kata Ade dikutip dari bantensatu.co di Mapolsek Cikupa, Senin (3/8).

Diterangkan Ade, pelaku mengaku rutin beraksi setiap hari. Dalam satu hari, kata Ade, keduanya dapat menggondol sepeda motor sebanyak 2 sampai 3 unit.

Keduanya juga mengaku, selama 2 tahun beraksi, sudah berhasil membawa lari sekitar 1400 unit sepeda motor.

"J dan FH ini sudah beraksi selama 2 tahun dan setiap hari bisa dapat 2 sampai 3 motor,” tandasnya.

Sepeda motor hasil kejahatan, kata Ade dijual oleh para tersangka ke berbagai daerah. Untuk motor jenis bebek dan matik, dijual seharga Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Sedangkan motor kopling atau yang memiliki ukuran mesin besar, dijual seharga Rp 7 juta.

Polisi dari kedua tersangka mengamankan 9 unit sepeda motor berbagai jenis dan merek.

Ade mengimbau masyarakat tidak membeli sepeda motor hasil curian. Ciri-cirinya motor hasil curian kata Ade, adalah harga yang murah dan tidak dilengkapi surat-surat resmi.

Ade meminta masyarakat untuk melapor apabila ada orang yang akan menjual motor dengan harga murah dan tidak dilengkapi surat-surat resmi.

Ade juga mengimbau masyarakat untuk menjaga diri dan harta benda. Untuk sepeda motor, Ade menyebut agar dilengkapi dengan kunci tambahan atau kunci rahasia. Selain itu, kendaraan jug agar diparkir di tempat yang aman.

"Mari putus dan cegah curanmor dengan tidak membeli motor curian, karena pembeli termasuk sindikat curanmor juga. Oleh karenanya bisa dipidana sebagai penadah,” imbaunya.

Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. [ars]

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds