Ketum ILUNI UI: Ego Sektoral Hambat Penanganan COVID-19

Politik  JUM'AT, 07 AGUSTUS 2020 , 20:03:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Ketum ILUNI UI: Ego Sektoral Hambat Penanganan COVID-19

Andre Rahadian/NET

RMOLBANTEN. Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) memandang masih adanya ego sektoral dan perbedaan pengambilan kebijakan dalam koordinasi penanganan COVID-19 antara lembaga, kementerian, dan pemerintah daerah (pemda).

Demikian disampaikan Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian dalam konferensi pers daring, Kamis (6/8).

"Kami menilai dalam hal penanganan wabah yang sifatnya nasional, kendali seharusnya berada di tangan pusat, lalu disinergikan oleh pemda," kata Andre.  

Ia pun mengemukakan solusi konsep kepemimpinan berbasis lokal yang mendorong semua pemangku kepentingan memaksimalkan solidaritas. Skenario tersebut dilakukan dengan variasi model-model yang menyesuaikan kultur lokal. Sehingga penanganan perang menghadapi COVID-19 dapat bersifat menyeluruh dan terpadu.

"Konsep kepemimpinan berbasis lokal ini telah kami sajikan secara rinci didukung berbagai pendapat pakar dalam kertas kerja rekomendasi penanganan COVID-19 dari ILUNI UI," jelas Andre.

Selain itu, Andre juga berpendapat perlunya evaluasi substansial dalam aspek pemerintahan di bidang kesehatan demi kepentingan publik. Evaluasi tersebut terutama menyangkut perlindungan dan keselamatan tenaga kesehatan.

"ILUNI UI melihat keselamatan tenaga kesehatan merupakan hal yang krusial dalam penanganan pandemi. Mereka adalah benteng terakhir penanggulangan pandemi COVID-19," tukasnya.

Andre juga menyampaikan keprihatinannya akan banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19. Pada bulan Juli saja, jumlahnya telah mencapai lebih dari 800 kasus di seluruh Indonesia. Untuk itu, dia memandang perlunya upaya yang keras dan strategis dari pemerintah untuk melindungi tenaga kesehatan.

"Salah satunya dengan memastikan ketersediaan APD bagi seluruh tenaga medis di berbagai rumah sakit di Indonesia," ujarnya.
ILUNI UI, kata Andre telah berkomitmen untuk membantu penyediaan APD. Salah satunya dengan menyalurkan donasi dari banyak korporasi untuk penyediaan APD di berbagai rumah sakit rujukan COVID-19. Serta mengingatkan segenap komponen bangsa untuk waspada dan bersama-sama menghadapi ancaman resesi ekonomi global.

"Beberapa negara maju seperti Amerika dan Korsel telah diumumkan terkena resesi, bahkan negara tetangga kita Singapura," terangnya.  

Andre menganjurkan adanya integrasi kebijakan melalui tata kelola pemerintahan yang solid dan profesional untuk mengatasi ancaman resesi global tersebut. ILUNI UI telah melakukan berbagai diskusi untuk menganalisis permasalahan dan mencari solusi dari ancaman resesi di kuartal ketiga.

"Kami juga memberikan sejumlah rekomendasi ekonomi dalam kertas kerja ILUNI UI," tambah Ketua Tim Kordinasi Relawan Gugus Tugas ini.

Meski begitu, ILUNI UI mengapresiasi inisiatif pemerindah untuk membentuk Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal ini menjadi langkah serius pemerintah untuk tetap memperhatikan aspek kesehatan di tengah usaha membangkitkan sektor perekonomian Indonesia.

"ILUNI UI akan terus memantau dan memberikan kontribusi melalui berbagai rekomendasi untuk mengawal proses penanganan COVID-19," tandas Andre. [dzk]

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds