Sukses Asean Games, Fahri Hamzah: Pak Erick Tohir, Anda Saja Ambil Panggung Penanganan Covid-19

Politik  MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 , 09:24:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Sukses Asean Games, Fahri Hamzah: Pak Erick Tohir, Anda Saja Ambil Panggung Penanganan Covid-19

Waketum Gelora Indonesia, Fahri Hamzah/Repro

RMOLBANTEN. Menteri BUMN Erick Tohir diminta untuk untuk segera ambil ambil panggung dan segera memimpin dengan baik penyelesaian sebaran corona dan dampaknya di tanah air, sama seperti ambil panggung gelaran Asian Games lalu.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia dalam Twitter pribadinya, Minggu (9/8).

Fahri menggambarkan saat itu Erick Thohir dengan gegap gempita berhasil memimpin gelaran Asian Games lalu. Begitupun dengan pandemi Covid-19, kata Fahri memang seyogyanya di pimpin Presiden Joko Widodo, tapi tidak apa pandangannya, Erick Tohir saja yang pimpin penanganan Covid-10.

"Panggung pandemi ini hadir agar anda memimpin orkestra kemandirian menghadapi era baru ini. Memang harusnya ini dipimpin presiden, tapi menurut saya anda saja yang pimpin. Kami tunggu!” tutupnya.

Mantan wakil ketua DPR RI ini menyindir masalah ribut vaksin import bukan justru mengedorse vaksin tersebut produksi dari Indonesia. Ketidakadaan lembaga dari dalam negeri yang memproduksi vaksin, disinggung Fahri, padahal virus sudah merebak hampir setengah tahun.

"Pak Erick Thohir apa kabar? Soal vaksin itu yang kita sesalkan bukan karena pak menteri gak mau disuntik. Tapi kenapa bukan produk NKRI yang disuntik?” ujarnya.

"Ini bulan kemerdekaan, pandemik sudah setengah tahun: kok kita kayak nunggu negara lain? Lembaga Eijkman dan lain-lain ke mana?” sambung Fahri.

Fahri turut menyoroti sikap para pejabat di awal Covid-19 merebak. Mereka ramai meyakinkan bahwa seolah semua bisa diproduksi sendiri.

"Memang seharusnya kita produksi sendiri, dari alat-alat kesehatan: masker, APD, ventilator, hingga obat dan vaksin. Kita harus percaya diri dan memproduksi secara mandiri. Ini waktunya!” tegasnya.

Fahri menekankan bahwa Indonesia punya banyak sumber daya di laut dan di hutan. Sementara ahli dan lembaga hebat jumlahnya juga tidak sedikit.

"Lembaga Eijkman pernah memproduksi penerima nobel dan sekarang lembaganya masih ada. FKUI itu STOVIA dan banyak lagi lembaga yg bisa diandalkan. Ke mana mereka? Kenapa tidak ikut serta?” tanyanya. [dzk] 

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds