Said Didu Koreksi Presiden Jokowi, Bukan Gelombang Kedua Tapi Gelombang 'Meroket'

Tidak Ada Tanda-Tanda Covid-19 Melandai

Politik  SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 10:57:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Said Didu Koreksi Presiden Jokowi, Bukan Gelombang Kedua Tapi Gelombang 'Meroket'

M. Said Didu/Net

RMOLBANTEN. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu menyindir pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan adanya potensi gelombang kedua sebaran virus corona.

Aktivis manusia merdeka ini menilai pernyatan dinilai tidak tepat lantaran gelombang pertama Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda melandai.

Menurut Sadi Didu bahwa yang dimaksud gelombang kedua adalah jika gelombang pertama pernah menurun dan tidak ada tambahan kasus lagi.

Sekali kemudian mendatar dan naik kembali, itulah gelombang kedua,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Senin (10/8).

Yang terjadi, kata Said Didu,  nanti jika ada pelonjakan tidak bisa disebut gelombang kedua. Sebab, gelombang pertama belum melandai. Kata yang tepat menggambarkan jika ada pelonjakan adalah gelombang meroket.

"Kalau masih terus naik seperti sekarang itu gelombang "meroket". Selamat sarapan angka-angka,” tutupnya.

Presiden Jokowi dalam sambutan di Kongres Luar Biasa Partai Gerindra di Bogor pada Selasa (8/8), kembali mengingatkan untuk berhati-hati menghadapi gelombang kedua.

Hal senada sempat disampaikan pada Mei dan Juni 2020 lalu. [dzk]


Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds