Ketahuan Gunakan Suket Bebas Covid-19 Palsu, Calon Penumpang Garuda Diamankan

Hukum  SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 19:48:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Ketahuan Gunakan Suket Bebas Covid-19 Palsu, Calon Penumpang Garuda Diamankan

Adi Ferdian Saputra/AUL

RMOLBANTEN. Lantaran menggunakan surat keterangan bebas Covid-19 palsu, seorang calon penumpang pesawat Garuda Indonesia diamankan jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pelaku yakni FM (30) warga Pasar Lama Sentani, Jaya Pura, Papua tersebut kedapatan menggunakan surat keterangan (suket) sehat atau hasil SWAB/PCR Test palsu saat akan berangkat ke daerah asalnya.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan, FM diamankan petugas saat melewati pemeriksaan kelengkapan syarat penerbangan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Bandara Soetta di Terminal 3 pada Selasa (14/7) malam.

"Kasus tersebut terungkap bermula dari kecurigaan petugas KKP Bandara Soekarno-Hatta terhadap suket bebas Covid-19 milik pelaku, setelah ditelusuri, ternyata surat tersebut palsu," ungkap Adi di Mapolres Bandara Soetta, Tangerang, Senin (10/8).

Adi menuturkan, surat keterangan tersebut dibawa dua orang. Yakni, FM bersama saudaranya berinisial AAU. Kepada Polisi, FM mengaku surat tersebut ia dapatkan dari seseorang yang berinisial A (DPO).

Surat tersebut menggunakan kop surat dari Asrama Haji Pondok Gede. Padahal lanjut Adi, Asrama Haji Pondok Gede terakhir kali menerima karantina dan pemeriksaan Covid-19 pada akhir Mei 2020.

"Sementara surat yang berkop Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 tersebut dikeluarkan pada tanggal 13 Juli 2020. Setelah diteliti oleh para ahli, surat tersebut adalah palsu," kata Adi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, FM  ditahan di sel tahanan Polresta Bandara Soetta. Ia juga dijerat dengan pasal 263 dan 268 KUHP atau pasal 93 Undang-Undang nomor 6 tentang Kekarantinaan serta Undang-Undang nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

"Ancaman hukumannya 6 tahun penjara," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds