HUT Ke-13 Kota Serang, DPRD Kritisi Kesemrawutan Tata Kota

Parlemen  SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 19:57:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

HUT Ke-13 Kota Serang, DPRD Kritisi Kesemrawutan Tata Kota

HUT Kota Serang ke-13/RAG

RMOLBANTEN. Menginjak usia yang ke 13 Kota Serang sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Serang terutama soal penataan pedagang kaki lima (PKL), kemacetan dan pengelolaan sampah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Serang Ratu Ria Maryana kepada awak media di Kota Serang, Senin (10/8).

"Menurut pandangan saya masalah PKL masih banyak yang harus di perbaiki, karena masih banyak PKL ditempt yang dilarang sehingga membuat kumuh," ujarnya.

Diketahui PKL Kota Serang kembali berjualan di stadion Maulana Yusuf Kota Serang yang sebelumnya dilarang dan dipindahkan ke pasar Kepandean Kota Serang. Sejak dilantik pada akhir tahun 2018 lalu penataan PKL menjadi prioritas dari duet Syafrudin - Subadri, namun faktanya dua tahun berjalan persoalan ini belum tuntas.

Sementara itu Walikota Serang Syafrudin mengatakan untuk stadion yang sekarang ditempati kembali oleh PKL dirinya berharap bisa bersih dan itu sudah dilaksanakan.

"Kemudian sekarang ini di bagian timur ditempati lagi. Saya tempatkan di Kepandean malah tidak betah. Katanya tidak laku jadi sudah bukan salah pemerintah," kata Syafrudin.

Sebenarnya, dikatakan Syafrudin pemerintah sudah berbuat, dirinya  secara pribadi tidak mengizinkan akan tetapi memang kayaknya memaksakan diri untuk menempati itu (Stadion).

"Yang penting itu tidak permanen tidak menggu lalu lintas pejalan kaki, yang berolah raga kemudian juga trasnportasi kendaraan yang lalu lalang di Stadion," terangnya.

Sementara itu Kepala Disperindagkop Kota Serang Yoyo Wicaksono menuturkan pihaknya mengaku sudah mengundi, bahkan untuk pedagang kelapa muda sudah dipasang nama tapi mundur.

"Jadi harus bagaimana lagi, padahal fasilitas (Kepandean) sudah ada, WC umum, mushola, kita kasih awning, paving blok emang dulu kesalahan kita ada di listrik," ujarnya.

Kalau berbicara dalam kondisi begini, kata Yoyo teman-teman harus bijak dalam kondisi Covid-19 omzet mereka turun, pedagang juga jualan sepi masa diurak-urak apa itu manusiawi.

"Kita pertimbangkan dulu suasananya itu kan tidak menguntungkan dari sisi itu orang tidak merampok saja sudah mau jualan itu sudah beruntung tolong mindsetnya  juga jangan terlalu memojokkan," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds