Anak Tukang Sayur Ditolak Masuk SMAN 20 Kabupaten Tangerang

Pendidikan  RABU, 12 AGUSTUS 2020 , 20:22:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Anak Tukang Sayur Ditolak Masuk SMAN 20 Kabupaten Tangerang

Salah satu siswa kurang mampu ditolak masuk SMAN 20/RAG

RMOLBANTEN. Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2020 masih diwarnai sejumlah persoalan. Salah satunya yang memprihatinkan adalah masih adanya sekolah negeri yang menolak siswa tidak mampu.

Hal itu pula yang dirasakan Zainal salah satu orang tua dari kalangan tidak mampu yang harus gigit jari ketika anaknya tidak diterima di sekolah negeri.

Langkah gontai dengan mata sayu mengiringi langkah kaki Zainal saat mendengar anaknya tidak diterima di SMAN 20 Kabupaten Tangerang.

Padahal menurut Zainal jarak dari rumah ke sekolah tidak lah jauh hanya berjarak sekitar tiga kilometer.

"Tiga bulan lalu saya mendaftarkan anak saya, sampai hari ini nama anak saya tidak ada di buku pendaftaran," katanya, Selasa (12/8).

Dirinya mengungkapkan anaknya mendaftar masuk sekolah dari jalur tidak mampu dan berharap anaknya bisa sekolah di SMAN 20 karena di Kecamatan Pakuhaji hanya ada satu sekolah.

"Harapan saya itu gak ada lain supaya anak saya diterima disitu, tidak ada niat sekolah swasta karena sejak SMP sudah bilang pengen sekolah disitu (SMAN 20)," ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sayur ini.

Selain anak dari Zainal ada empat peserta didik lain yang tidak diterima. Mereka diketahui ada yang mendaftar lewat jalur zonasi, dan jalur afirmasi (jalur untuk siswa yang menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. [ars]





Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds