Tingkatkan Geliat Penerbangan, Garuda Indonesia Manfaatkan Pesawat Charter

Ekbis  KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 , 20:40:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Tingkatkan Geliat Penerbangan, Garuda Indonesia Manfaatkan Pesawat Charter

Pesawat charter Garuda Indonesia/AUL

RMOLBANTEN. PT Garuda Indonesia terus melakukan berbagai stimulus untuk kembali meningkatkan gairah penerbangan di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya yakni melalui kerjasama pesawat charter dengan perusahaan-perusahaan besar.

Kali ini, salah satu perusahaan BUMN tersebut resmi menyediakan pesawat charter untuk perusahaan tambang PT Putra Perkasa Abadi (PPA), charter maskapai nasional Garuda Indonesia untuk kegiatan 7 ribu tenaga kerjanya.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara Garuda Indonesia dengan PT Putra Perkasa Abadi, perusahaan yang bergerak di bidang coal mining contractor, oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan Direktur Utama PT Putra Perkasa Abadi Christianto Setyo di Hangar 2 GMF AeroAsia, Kamis (13/8) malam.

"Melalui penandatanganan ini, Garuda Indonesia akan menyediakan layanan penerbangan charter terkait kebutuhan crew rotation PT Putra Perkasa Abadi, dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800 dan Bombardier CRJ-1000, untuk rute-rute dari dan menuju Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Semarang, Yogyakarta, dan Samarinda," tutur Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra.

Irfan menuturkan, bila sektor charter pesawat ini menjadi fokus bisnis yang terus dikembangkan di tengah kondisi pandemi COVID-19. Mengingat layanan penerbangan charter saat ini menjadi salah satu opsi utama bagi sektor industri migas dan pertambangan yang membutuhkan fleksibilitas layanan transportasi udara bagi kebutuhan mobilitas tenaga kerjanya.

"Terlebih dengan pesawat charter, keamanan dari para pegawai yang melaksanakan kegiatan dinas dapat terbang dengan aman dan terhindar dari resiko terpapar Covid-19," tuturnya.

Maka, tak menutup kemungkinan, Garuda Indonesia membuka peluang bagi perusahaan tambang lain yang beroperasi di Indonesia, untuk menjalin kerjasama charter pesawat, demi perjalanan tugas perusahaan yang lebih aman dan memastikan kesehatan para penumpangnya.

"Sebab, dalam peraturan Kementerian Perhubungan, bila penerbangan komersial biasa hanya boleh diisi 70 persen saja, sementara pesawat charter boleh 100 persen terisi. Dengan catatan mereka dalam komunitas yang sama dan pencharter menjamin kesehatan kliennya," jelas Irfan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Putra Perkasa Abadi Christianto Setyo dalam kesempatannya mengatakan, bila fasilitas charter pesawat ini 100 persen diperuntukan untuk mobilitas 7 ribu karyawannya. Dimana, pesawat jenis Boeing 737 tersebut di charter selama lima tahun.

"Tidak diperuntukan untuk barang, hanya mobilitas karyawan kami. Baik itu perjalanan dinas, pulang karena cuti lapangan dan memastikan penumpang selamat, aman dan sehat," pungkasnya. [ars]





Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds