Janur Kuning Belum Di Ujung Gang Poros Baru Bisa Jadi Menang

KATA BUNG JOKER  SABTU, 15 AGUSTUS 2020 , 00:17:00 WIB

Janur Kuning Belum Di Ujung Gang Poros Baru Bisa Jadi Menang

Foto/Repro

RMOLBANTEN. Pemilihan kepala daerah Tangerang Selatan menyedot perhatian banyak orang, skalanya tidak hanya lokal tapi nasional. Bukan karena perhelatan Pilkadanya, tapi karena orang yang bertarung melibatkan orang-orang besar di negeri ini.

Yang sudah ada, tiga bakal pasangan calon yang maju di Pilkada Tangsel ini kental dari unsur dinasti. Dan mereka memiliki peluang sama besar bisa menang, menggantikan estafet walikota dua periode Airin Rachmi Diany.

Dinasti pertama datang dari petahana, Airin Rachmi Diany-Atut (Ratu Atut Chosiyah)-Wawan (Tubagus Chaeri Wardana) yang diwakili Benyamin Davnie-Pillar Saga. Pillar adalah anak Ketua DPD Golkar Banten, Ratu Tatu Chanasah adik dari Ratu Atut.

Sejauh ini, partai yang mengusung baru partai Golkar yang cukup untuk mencalonkan sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Lanjut, dinasti kedua dari orang nomor dua di Indonesia, KH. Maruf Amin yang diwakili anaknya Siti Nur Azizah yang berpasangan dengan Ruhamaben. KH Maruf Amin sendiri saat ini merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Pasangan ini diusung oleh partai Demokrat dan PKS yang sudah melebihi syarat minimal untuk bisa mencalonkan.

Terakhir, dinasti Prabowo Subianto yang mengamanatkan kepada keponakannya yaitu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Selain Ketua Umum Partai Gerinda, Prabowo saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

Anak dari Hasyim Djojohadikusomo ini berpasangan dengan Muhamad yang didukung oleh PDIP dan Gerindra.

Ketiga klan diatas memiliki sumberdaya politik yang sangat besar yang jika mampu dimaksimalkan oleh ketiganya bakal terjadi persaingan yang luar biasa ketat.

Namun tunggu dulu. Bukan berarti hanya terhenti pada persaingan ketiga pasang calon tadi, ternyata masih ada peluang calon baru. Siapa dia?  

Merujuk sebaran kursi yang ada, jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangsel tersisa, ada celah peluang memnculkan kandidat baru (Poros Baru) dalam kontestasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangsel ini.

Kursi yang sudah disegel pasangan Benyamin-Pillar dari Partai Golkar berjumlah 10 kursi.

Kemudian PDIP, Gerindra dan Hanura yang mengusung Muhamad-Saraswati berjumlah 17 kursi.

Sementara koalisi Partai Demokrat dengan PKS yang mengusung Siti Nur Azizah-Ruhamaben mempunyai 13 kursi.

Masih ada tiga partai yang belum mendeklarasikan dukungannya yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) punya empat kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak empat kursi dan Partai Amanat Nasional (PAN) ada dua kursi.

Pas 10 kursi, sebagai syarat maju di menjadi Bacalon di Pilkada Tangsel.

Artinya kalau tidak ada aral melintang PSI, PKB dan PAN bisa menjadi kekuatan baru atau poros baru keluar dari stigmaisasi "dinasti". Lagi-lagi ini kalau tidak ada tsunami politik. Karena satu aja gabung pasangan yang ada, poros barupun tinggal kenangan.

Pada posisi ini, Azmi Abubakar, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PSI Banten punya peran yang cukup sentral. Posisinya yang hampir jadi wakil walikota sebelum digantikan Rahayu Saraswati (Gerindra), punya elektabiltas yang cukup mumpuni. Terlebih dari hasil poling elektabilitas Azmi bisa menarik suara Golput yang menurut survei jadi pemenang di Pilkada Tangsel ini.

Selain karena partai baru dengan tingkat penerimaan tinggi di Tangsel, sosok Azmi ini cair ke PKB dan PAN. Poros baru ini akan tercapai, sekali lagi kalau Azmi Abubakar pandai memanfaatkan momentum tidak menunggu tapi menjemput bola.

Ngulur waktunya PKB dan PAN, bisa ditandai karena kedua partai ini hanya sekedar folower (pengikut saja) di Pilkada Tangsel. Cak Imim (Muhaimin Iskandar) dan Zulhas (Zulkifli Hasan) dipastikan punya kalkulasi sendiri di Pilkada Tangsel ini. Baik Cak Imin maupun Zulhas adalah politisi cerdas yang pandai memanfaatkan momentum.

Walau Siti Nur Azizah merupakan unsur NU, namun Cak Imin sepertinya berat hati karena posisinya justru malah memilih sebagai kader Demokrat dan koalisinya justru dengan PKS. Kegalauan ini yang harusnya segera dimanfatkan Azmi Abubakar sesuai dengan statusnya dia ketika digeser dari wakil walikota "Tidak Semudah Itu Ferguso".

Sementara PAN sendiri sebenarnya tidak ada masalah, Zulhas dikenal cair dengan semua partai. Hanya PAN kalau gabung dengan salah satu partai tenggelam tidak akan berefek apa-apa.

Berkali-kali Azmi Abubakar pun meyakini peluang adanya kandidat baru masih terbuka lebar.

"Kalau PSI siap, artinya itu sebagai suatu kemungkinan yang bisa dibangun. Kan kita belum dengar nih dari PKB sama PAN," kata Azmi, dalam komentarnya di media.

Ini soal waktu yang sempit. Langkah Azmi, bukan untuk mendengar dari PKB dan PAN tapi langkah menjemput bola terhadap dua partai yang sedang galau melihat dinamisnya pertarungan politik di daerah bungsu di Tangerang ini. Ada yang rebut pacar orang sampai kawin paksa.

Azmi gagah punya empat kursi, sebagai pendatang baru lagi. Maka kesmpulannya, datang dan lamarlah kedua partai itu. Jangan beri janji manis, berilah strategi cinta sehingga mereka terkesan dengan jargon "Tangsel Untuk Semua" yang masih diperebutkan dengan mantan pacarnya itu.

Kehadiran 4 paslon bakal Walikota dan Wakil walikota Tangsel menghadirkan banyak pilihan. Masyarakat lebih dapat disuguhkan dengan banyaknya gagasan dalam membangun Kota Tangsel kedepannya.

Seperti pepatah Brewok -sapaan Azmi- sendiri "Sebelum janur kuning berdiri di ujung gang masih terbuka peluang".

Jadi tunggu apalagi Ferguso, wujudkan Poros Baru, jemput jangan menunggu. [red]

Komentar Pembaca
Azmi Abubakar: <i>Tidak Semudah Itu Ferguso</i>
Tes Pikun

Tes Pikun

MINGGU, 26 JULI 2020

Suntik Lysol

Suntik Lysol

MINGGU, 26 APRIL 2020

Wartawan Tidak Boleh Sakit

Wartawan Tidak Boleh Sakit

KAMIS, 12 MARET 2020

Wangsit Pilkada

Wangsit Pilkada

JUM'AT, 24 JANUARI 2020

Saibun Galau

Saibun Galau

RABU, 08 JANUARI 2020

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds