Siapkan Wisata Unggulan Di Serang, Bendung Pamarayan Lama Terus DIbenahi

Pariwisata & Budaya  SABTU, 15 AGUSTUS 2020 , 02:19:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Siapkan Wisata Unggulan Di Serang, Bendung Pamarayan Lama Terus DIbenahi

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa (pegang mik}/Net

RMOLBANTEN. Bendung Pamarayan Lama di Kecamatan Pamarayan dipastikan bakal dijadikan area wisata unggulan. Kalau sudah terwujud destinasi wisata yang ada di Kabupaten Serang akan beragam.

Begitu kata Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa di acara Sosialisasi Desa Wisata dan Benda Cagar Budaya di area Bendungan Pamarayan Lama, Jumat, (14/8).

"Kita akan dorong obyek wisata unggulan agar obyek wisata kita ini lebih beragam, karena kita sudah punya obyek wisata pantai, pegunungan, dan wisata religi. Sekarang kita punya wisata peninggalan sejarah pada zaman Belanda,” terang Pandji.

Bendungan Pamarayan Lama diurai Panji pada zamannya terbesar di Indonesia dan baru terkalahkan pada tahun 1962.

Setelah tahun 1962 terbangun kembali Bendungan Jati Luhur yang lebih besar dari Bendungan Pamarayan. Disusul Bendungan Gajah Mungkur, Bendungan Cirata dan Bendungan Sabuling.

"Sampai tahun 1962 (Bendung Pamarayan) ini adalah bendungan terbesar di Indonesia. Makanya ini punya nilai sejarah yang luar biasa,” ujarnya.

Untuk menunjang destinasti wisata unggulan, lanjut Pandji, jalan sudah dibenahi dengan betonisasi. Saat ini obyeknya akan dikemas sebagus mungkin agar lebih menarik.

"Obyek sudah ada, cuma kemasannya yang akan kita benahi, dan Kali Mati akan dibangun danau buatan dan gubug-gubug agar terlihat indah,” terang Pandji.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Hamdani mengatakan, Pemkab Serang sudah membuat Site Plan atau rencana kawasan ke depan tentang wisata Bendung Pamarayan Lama.

"Memang dasarnya punya ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain, bahwa sebelum zaman belanda membangun zaman Kesultanan Banten Bendung Pamarayan sudah berfungsi untuk mengairi irigasi daerah Pontang, Tirtayasa, Tanara bahkan sampai Kecamatan Kramatwatu. Itu sejarah yang saya baca,” terang Hamdani.

Saat ini, kata Hamdani, pihaknya sudah membentuk kelompok warga sadar wisata untuk dilatih bagaimana mempromosikan dan menjadikan pesona area Bendung Pamarayan.

"Selain itu juga untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat, karena bagaimana pun ini perlu dukungan penuh masyarakat Pamarayan,” demikian Hamdani. [ars]

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds