Fahri Hamzah: Rumah NKRI Diguncang Prahara Feodalisme Liar Di Kantong Kekuasaan

Politik  RABU, 19 AGUSTUS 2020 , 17:14:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Fahri Hamzah: Rumah NKRI Diguncang Prahara Feodalisme Liar Di Kantong Kekuasaan

Waketum Gelora, Fahri Hamzah/Net

RMOLBANTEN. Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyampaikan adanya guncangan dahsyat di rumah Indonesia disebabkan adanya problem masa kini yang berkembang biak hingga merusak seluruh tatanan berbangsa.

Rumah NKRI saat ini tengah diguncang prahara baik dari segi politik, ekonomi, bahkan kesehatan.

"Banyak bermunculan tokoh-tokoh bangsa yang ingin melakukan perubahan bangsa lantaran gerah dengan kondisi saat ini," terang Fahri Hamzah di acara ILC, Selasa (18/8) malam.

"Problem kita di masa kini adalah feodalisme yang masih liar khususnya di kantong-kantong kekuasaan. Saya kira ini saya sebut sebagai kita melupakan nasihat Bung Hatta, kalau yang pertama kita melupakan nasihat Bung Karno, yang kedua ini Bung Hatta,” sambung Fahri.

Mantan Wakil Ketua DPR Ri menerangkan, bahwa serangan feodalisme di pemerintahan dahulu hingga saat ini sangat dahsyat mengguncang seluruh persendian bangsa Indonesia.

"Feodalisme itu dahsyat, makanya kalau kita mau menyelamatkan ini kepada saya pengkritik semua pemerintah, saya mengkritik Pak SBY dua periode mengkritik Pak Jokowi juga. Tapi kalau kita tahu, apa sih penyakitnya itu? Memang feodalisme di negara kita dahsyat sekali,” ucapnya.

Dalam budaya feodalisme, sambung Fahri, seseorang yang memiliki kekuasaan akan menggerogoti seluruh elemen bangsa.

"Kalau orang udah punya banyak uang, punya banyak kekuasaan itu yang menggerogoti di sekitarnya itu membuatnya tidak rasional. Dari dulu kan kekuasaan itu mencoba membangun mitos kebesarannya. Makanya dia pakai mahkota baju kebesaran, kegagahan yang luar biasa, supaya orang takut, supaya orang menjaga jarak dan itu masih terjadi,” tegasnya.

Fahri juga menyinggung perihal gaya berbusana Jokowi yang dianggap merakyat. Namun, dia tidak meminta Jokowi untuk melepas citranya tersebut.

'Saya tidak mau menilai, misalnya Pak Jokowi, mau mencopot ornamen (style berbusana) itu, karena dan dua kali ini tarungnya itu dengan Pak Prabowo yang sekarang sudah ada dalam pemerintahan,” imbuhnya.

Menurutnya, gaya merakyat Jokowi belum tentu dapat menyiratkan bahwa feodalisme di pemerintahan telah ditanggalkan.

Fahri justru melihat masih banyak kaum feodalisme di lingkaran Jokowi hingga membuat kepala negara itu tidak rasional dalam mengambil kebijakan.

"Dia coba copot itu bintang-bintang, dia coba pakai baju putih, dia pakai celana jeans, dia pakai sepatu sneakers, dia coba bikin sederhana itu penampilan. Tapi, apakah feodalisme hilang? Tidak. Feodalisme tidak hilang. Mereka masih ada di sana, dan itu yang membuat Jokowi tidak wajar dan  itu yang membuat kekuasaan berjarak dengan kaum intelektual. Orang-orang bekerja untuk menyapu pikiran-pikirnan yang berbeda, karena feodalisme di sekitar itu,” demikian Fahri Hamzah dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID.[dzk]

Komentar Pembaca
Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

The ads will close in 10 Seconds