Anis Matta: Masyarakat Sudah Frustrasi Hadapi Covid-19, Perlu Peta Jalan Yang Benar

Politik  MINGGU, 23 AGUSTUS 2020 , 01:26:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Anis Matta: Masyarakat Sudah Frustrasi Hadapi Covid-19, Perlu Peta Jalan Yang Benar

Ketum Gelora lndonesia, Anis Matta/Repro

RMOLBANTEN. Pembatasan pergerakan manusia sejak bulan Maret karena virus corona atau Covid-19, telah membuat masyarakat Indonesia mengalami frustrasi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta, dalalam keterangan yang diterima redaksi,

Diketahui, vus corona baru yang menyebar dari Wuhan di Republik Rakyat China sejak Desember tahun lalu telah memaksa banyak orang di muka bumi membatasi mobilitas sosial mereka.                   
Sejumlah negara, seperti China, Vietnam, dan Korea Utara serta Korea Selatan pembatasan mobilitas sosial dilakukan pada bulan Januari 2020.

Di Indonesia, pembatasan sosial mulai diberlakukan pada pertengahan Maret lalu.

"Orang sampai pada tingkat frustasi. Kita lockdown mulai pada bulan Maret. Orang frustasi. Ada efek spasial, efek luar. Kalau rumah Anda misalnya kecil, Anda berada terus di situ kebayang tidak," terang Anis Matta.

Ketaatan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dipertanyakan saat ini karena penyebaran virus corona baru ini tak kunjung mereda.

Apalagi terjadi lonjakan pasien positif Covid-19 setelah pemerintah mengumumkan penerapan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat semakin kurang patuh pada protokol kesehatan sehingga kasus baru terus melonjak.

Diantaranya adalah masih banyak masyarakat yang kurang percaya bahwa Covid-19 itu membahayakan jiwa.

Bahkan tak sedikit masyarakat yang beranggapan jika virus ini tidak benar-benar ada.

Anis Matta menilai diperlukan kebijakan yang dapat menggabungkan antara protokol kesehatan dengan pergerakan masyarakat.

Kebijakan pemerintah seharusnya tidak membuat masyarakat berada pada posisi yang sulit seperti sedang menghadapi buah simalakama.

Agar pemerintah tidak salah dalam menerapkan kebijakan, Anis Matta menilai diperlukan klaster scientific untuk menemukan solusi.

Orang sampai tingkat frustasi karena orang tidak dikasih peta jalan," kata dia.

"Harus ada cara untuk menemukannya, jangan mempertentangkan antara pergerakan publik dengan protokol kesehatan. Kita mesti mencari jalan tengah. Itu tugas klaster tadi. Karena kalau harus memilih, tidak ada jalan yang bagus," demikian Anis Matta. [dzk]



Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds