Bantuan Stimulus UMKM, DPRD: Berkas Diakomodir Disperindagkop

Parlemen  JUM'AT, 04 SEPTEMBER 2020 , 18:34:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Bantuan Stimulus UMKM, DPRD: Berkas Diakomodir Disperindagkop

Demo pelaku UMKM Kota Serang/RAG

RMOLBANTEN. DPRD Kota Serang menyebut para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kota Serang akan diakomodir oleh Disperindagkop.

Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Pujiyanto usai melakukan dialog dengan Disperindagkop soal pelaku UMKM di Kota Serang yang belum mendapat stimulus bantuan, Jumat (4/9).

Dengan mengenakan pakaian kemeja hitam dan kopiah hitam, Pujiyanto mengambil berkas para pelaku UMKM satu persatu, di depan Kantor Disperindagkop Kota Serang.

Pujiyanto mengatakan, sebenarnya tahap pertama sudah selesai dan terinput sebanyak 10 ribu, dan ditargetkan 18 ribu pelaku UMKM yang menerima bantuan. Bahkan saat ini kuota sudah 20 ribu.

Namun kata Pujiyanto, hasil dari negosiasi tadi, pihak Disperindagkop akan menerima berkas para pelaku UMKM yang ada di Kota Serang.

"Hasil negosiasi aspirasi rekan-rekan UMKM, alhamdulillah diakomodir dan pelayanan tetap sama rata. Kita juga akui rekan-rekan di Disperindagkop Kota Serang masih kekurangan SDM," katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop UKM Kota Serang, Yoyo Wicahyono menegaskan, pihaknya hanya membantu mendata pelaku UMKM di Kota Serang untuk menerima bantuan dari pemerintah pusat.

"Jadi kami hanya mendata, dan sudah membuka pendataan sejak tanggal 24 Agustus," ucapnya.

Mengenai informasi bantuan stimulus bagi UMKM, ia menjelaskan, bukan dari Pemkot Serang, melainkan langsung dari Pemerintah Pusat.

Pihaknya hanya melakukan apa yang diarahkan dan diinstruksikan oleh pemerintah pusat terkait bantuan tersebut.

"Itu kan memang infonya dari pusat, kami tidak bisa menginfokan itu karena kami juga tidak mendapatkan sosialisasi. Kami menganut kepada pemerintah pusat, dan kami juga tidak diberikan arahan yang cukup," ujarnya.

Soal penolakan berkas yang diberikan para pendaftar bantuan, ia mengakui, karena data yang ada saat ini sudah menumpuk dan perlu dilakukan verifikasi.

"Jadi tidak hanya di Kota Serang, kota dan kabupaten juga banyak yang menolak," ujarnya.

Untuk saat ini, ia menuturkan, sudah ada sekitar 16 ribu yang telah didata dan sedang diverifikasi.

"Tapi ini masih menunggu semua, karena masih bertumpuk-tumpuk. Kami belum bisa memperkirakan selesainya sampai kapan, nanti kita lihat saja dulu," pungkasnya. [ars]


Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds