Sekolah Istimewa LPKA Tangerang Belajar Tatap Muka Dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pendidikan  SENIN, 07 SEPTEMBER 2020 , 18:59:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Sekolah Istimewa LPKA Tangerang Belajar Tatap Muka Dengan Protokol Kesehatan Ketat

LPKA Tangerang/AUL

RMOLBANTEN. Meski Pemkot Tangerang kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang kesepuluh kalinya, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang telah melaksanakan proses pembelajaran tatap muka yang dilakukan di dalam lingkungan LPKA.

Meski begitu, sejumlah aturan ketat perihal protokol kesehatan Covid-19 pun dijalankan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para anak binaan.

Kepala LPKA Tangerang, Esti Wahyuningsih mengatakan, telah dimulainya pembelajaran tatap muka telah sesuai dengan aturan dari Direktorat Jenderal Permasyarakatan.

"Kami memang baru satu minggu ini telah memulai kembali pembelajaran tatap muka di Sekolah Istimewa LPKA Tangerang, hal tersebut telah sesuai dengan aturan dari Dirjen PAS," kata Esti, Senin (7/9).

Esti menyebut, kembali dilakukannya pembelajaran tatap muka lantaran tidak adanya orang dari luar LPKA yang bisa memasuki kawasan LPKA. Sehingga, pembelajaran tatap muka dianggap aman dan minim resiko paparan Covid-19.

"Semenjak adanya pandemi Covid-19, LPKA Tangerang tidak memperkenankan adanya keluarga yang menjenguk, sehingga seluruh kunjungan hanya melalui daring, selain itu guru yang biasanya kami panggil dari luar untuk saat ini kami setop dan hanya mengirimkan bahan ajar melalui daring, lalu masing-masing kepala sekolah yang mengajarkan kepada anak binaan," jelas Esti.

Saat ini, hanya terdapat 58 anak binaan yang ada di LPKA Tangerang, proses belajar mengajar pun dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti jaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan setiap masuk kelas.

"Jadi ada 58 anak binaan yang bersekolah disini, mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMK. Semuanya wajib mengikuti kegiatan belajar, baik itu teori di kelas maupun praktik di ruang praktikum," ujar Esti.

Terdapat beberapa kegiatan binaan untuk para anak binaan yang disediakan di LPKA Tangerang, seperti menjahit, mencukur rambut, membuat kerajinan tangan, hingga bengkel.

"Sebelum masuk ke sekolah Istimewa, anak binaan akan dilakukan asesment terlebih dahulu mengenai minat dan bakatnya, lalu ditawarkan juga untuk mengikuti program yang mana, hal tersebut agar selama dibina di LPKA Tangerang memiliki keterampilan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, salah satu anak binaan, SP (18) mengungkapkan, dirinya telah satu tahun berada di dalam LPKA Tangerang. Ia yang divonis dengan Pasal 15 Tahun 2002 tersebut pun saat ini telah mahir membetulkan kendaraan sepeda motor.

"Bedanya belajar sebelum pandemi dan sesudah pandemi ya biasanya kita belajar di kelas, kemarin sempat harus belajar di kamar sendiri, biasanya ada guru yang datang kesini, sekarang engga ada, jadi paling kita belajar di Perpustakaan sama sharing dengan petugas," ujar SP.

Ia yang bercita-cita menjadi guru yang menguasai Bahasa Arab pun mengaku senang dan mendapatkan keahlian baru juga teman-teman baru yang sama-sama punya kemauan belajar tinggi.

"Kalau pengalaman dari sini saya ambil bagaimana kami belajar dari cara solidaritas sama teman, belajar bersama dan menjaga sopan santun, adat, semua diajarkan disini, di luar supaya lebih baik lagi. Pembinaan-pembinaan yang ada disini semua perlu dilakukan agar semua punya masa depan lebih baik," pungkasnya. [ars]





Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds