PILKADA 2020

Polda Banten Ingatkan Peserta Dan Penyelenggara Pemilu Patuhi Prokes

Keamanan  RABU, 09 SEPTEMBER 2020 , 18:15:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Polda Banten Ingatkan Peserta Dan Penyelenggara Pemilu Patuhi Prokes

Kombes Po Ricki Yanuarfi /RAG

RMOLBANTEN. Polda Banten mengingatkan penyelenggara dan peserta Pilkada 2020 untuk menghindari kerumunan massa dan selalu perhatikan protokol kesehatan (Prokes) selama tahapan berlangsung.

Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Banten Kombes Pol Ricki Yanuarfi kepada awak media usai kegiatan Forum Group Discussion (FGD) di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (9/9).

Dirinya juga mengajak kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh ormas menyatukan persepsi agar Pilkada yang dihasilkan nanti berkualitas, jujur dan adil.

"Yang namanya pemilu atau hajat orang banyak seperti ini (Pilkada) tidak bisa kita terhindar dari kerumunan massa. Jangan pilkada sukses kemudian angka penyebaran Covid-19 meningkat tinggi," kata Riki.

Lebih lanjut Ricki menjelaskan, saat ini semua khalayak tahu bahwa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bukan hanya di Tangerang Raya saja. Namun, sudah diterapkan di seluruh daerah di Provinsi Banten.

Ia melihat pemahaman masyarakat terhadap pandemi sudah mulai muak. Padahal, pihak kepolisian selalu mengimbau setiap hari, tapi kondisinya angka paparan Covid-19 yang terkonfirmasi dari hari ke hari cukup signifikan.

"Ini 'warning!' kita agar lebih disiplin lagi. Suksesnya Pilkada harus dibarengi suksesnya penekanan angka Covid-19," tegas Riki.

Di tempat yang sama, Kepala Bawaslu Banten, Didih M Sudi mengungkapkan, sejak hari pertama ketika ada pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Dirinya mengaku sudah berkoordinasi baik dengan Bawaslu maupun KPU di empat kabupaten/kota, termasuk dengan aparat kepolisian.

"Jangan sampai Pilkada ini menjadi pintu masuk atau klaster Covid-19. Pada saat pendaftaran itu sudah ada pelanggaran, makanya bagaimana ke depannya supaya ditahapan selanjutnya khusus yang kampanye dan pas pemilihan suara tidak terjadi lagi," ungkap Didih.

Diketahui pada saat pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) di Tanah Jawara, empat daerah melanggar atau mengabaikan protokol kesehatan. [ars]






Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds