BNN Banten Sergap Penyelundup Sabu Di Bandara Soekarno-Hatta

Hukum  KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 , 18:16:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

BNN Banten Sergap Penyelundup Sabu Di Bandara Soekarno-Hatta

BNN Banten/RAG

RMOLBANTEN. Empat penyelundup narkotika jenis sabu-sabu ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten di Bandara Soekarno Hatta.

Sabu yang disembunyikan di dalam sepatu dengan berat satu kilogram itu didatangkan dari Medan, Sumatera Utara dan akan diedarkan ke Jawa Tengah.

Empat tersangka yang diringkus yakni berinisial MN (34), MI (24), SB (30) serta HR (31).

Kepala BNN Provinsi Banten, Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat bahwa akan ada pengedaran narkoba.

"Lalu kita kembangkan dari beberapa bulan lalu dan kita olah sehingga melakukan kontrol untuk melakukan penangkapan kepada paratersangka ini," kata Hendri, Kamis, (10/9).

Hendri menjelaskan, dalam penangkapan tersebut dilakukan dengan dua tahapan. Untuk tahapan pertama petugas BNN melakukan penangkapan kepada tersangka MN (34), MI (24) yang membawa barang bukti seberat 1022,1 gram sabu.

Sedangkan, untuk tersangka SB (30) dan HR (31) ditangkap pada hari Minggu sekitar pukul 22.15 WIB yang membawa sabu seberat 1013,7 gram.

"Modus para tersangka dalam membawa narkoba ini mereka menyembunyikan di dalam sepatu dengan masing-masing 1 orang membawa empat kemasan di pelastik bening," jelasnya.

Ia mengungkapkan, dari keterangan tersangka bahwa barang tersebut berasal dari Medan, Sumatra Utara yang akan diedarkan ke wilayah Jawa Tengah dengan dijanjikan upah Rp10 juta per orang.

"Kami masih melakukan pendalaman kasus ini, guna untuk pengembanga jaringan dari keepat tersangka," ungkapnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamanan, antara lain 7 unit handphone beserta SIM card, 4 buah kartu ATM, 4 Kartu Tanda Penduduk (KTP), 4 pasang sepatu serta jumlah uang senilai Rp2.680.000.

"Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) JO Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 20 sampai seumur hidup," tandas Hendri. [ars]





Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds