Sufmi Dasco Setuju Penerapan PSBB Ketat di DKI Jakarta

Parlemen  KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 , 21:10:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Sufmi Dasco Setuju Penerapan PSBB Ketat di DKI Jakarta

Sufmi Dasco Ahmad/Repro

RMOLBANTEN. Pemprov DKI Jakarta akhirnya menarik rem darurat dengan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Hal tersebut dilakukan setelah angka Covid-19 di ibukota negara tersebut menyentuh angka 11.696 kasus.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad mengaku setuju dengan penerapan PSBB ketat di DKI Jakarta.

"Menurut saya PSBB sudah mendapat persetujuan Kementerian Kesehatan sejak tanggal 7 April 2020 dan belum dicabut, beberapa kali dilakukan modifikasi disesuaikan dengan keadaan. Namun akhirnya melihat situasi kondisi di DKI Jakarta angka Covid-19 melonjak kemudian dikembalikan PSBB seperti awal," ujar Sufmi Dasco di Gedung Nusantara III DPR RI, Kamis (10/9).

Sufmi Dasco menuturkan, adanya pemberlakuan PSBB seperti pada masa awal pandemi terjadi di Indonesia perlu dilakukan lantaran angka Covid-19 yang tidak juga melandai.

"Kalau menurut saya satu-satunya cara untuk menekan (angka Covid-19) ya dengan kita melakukan PSBB yang ketat seperti awal, agar kemudian bisa menekan angka Covid-19," tuturnya.

Namun, politisi Gerindra tersebut meminta Pemrov DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan daerah penyangga agar PSBB kali ini berlangsung lebih efektif.

"Namun PSBB ini harus diikuti oleh semua pihak dengan mematuhi aturan yang ada tetapi juga tidak lupa kita minta pemerintah menyiapkan jaring pengaman agar tidak terjadi pelanggaran karena satu dan lain hal berhubungan dengan sarana prasarana yang tidak siap," jelasnya.

Ia pun tak menganggap DKI Jakarta gagal pada penerapan PSBB transisi. Pasalnya, hingga saat ini belum ada pola baku yang bisa diterapkan terkait PSBB yang efektif.

"Sebenarnya PSBB transisi waktu itu sesuai dengan kebutuhan yang ada, namun dengan angka yang kemudian akhirnya meninggi mau tidak mau harus kembali PSBB ke awal. Nah hal ini memang karena belum ada pola baku, mungkin di seluruh dunia belum ada pola baku bagaimana penanganan Covid-19 maka ini bisa dimaklumi," pungkasnya. [dzk]





Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds