PLTU II Labuan Di Pandeglang Haslkan Limbah Abu Sebanyak 300 Ton Perhari, Manfaatkah?

Kabupaten Pandeglang  JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 17:04:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

PLTU II Labuan Di Pandeglang Haslkan Limbah Abu Sebanyak 300 Ton Perhari, Manfaatkah?

Ilustrasi limbah abu PLTU diolah jadi Batako/Net

RMOLBANTEN. Pembangkit Listrik Tenaga Uap II Labuan yang berlokasi di Kecamatan Pagelaran ini, ternyata banyak menghasilkan limbah hasil pembakaran batu bara, yang masuk dalam kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Bahkan jumlah limbah yang dihasilkan berupa abu terbang (fly ash) dan abu kasar (botom ash) mencapai 300 ton perhari.

Demikian disampaikan ahli muda lingkungan dari PT. Indonesia Power atau pengelola PLTU II Labuan, Syai, saat ditemui di Pendopo Bupati Pandeglang, Rabu (9/9) kemarin.

"Limbah fly ash dan botom ash yang dihasilkan oleh PLTU II Labuan rata-rata 300 ton perhari, jadi kalau dikalikan satu bulan kurang lebih 9000 ton," ungkapnya.

Syai menjelaskan, bahwa dengan limbah yang dihasilkan oleh pabrik listrik ini, PT. Indonesia Power selaku pengelola PLTU II Labuan baru bisa mengolah limbah tersebut sekitar 30 Persen dari 300 ton limbah yang dihasilkan.

"Yang baru bisa kami olah ini baru 30 persennya atau 100 ton perhari, yakni dengan cara mengolah fly ash dan botom ash (Faba) ini menjadi paving blok," bebernya.

Hasil pengolahan limbah yang berubah menjadi vaping blok ini, kemudian dibagikan secara gratis untuk kepentingan masyarakat umum disekitar PLTU II Labuan, sebagai bentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR).

"Hasil pengolahan limbah ini, kami bagikan untuk kepentingan masyarakat umum seperti untuk jalan lingkungan, masjid dan lain sebagainya," Imbuhnya.

Sementara, General Manager PT Indonesia Power PLTU Banten II Labuan, Idewa Made Suci Dwi Ananta Putera  mengatakan, selama ini FABA yang dihasilkan kurang lebih mencapai 300 ton/hari. Dari jumlah itu sudah bisa dimanfaatkan untuk membuat Paving Blok sebanyak 1000 buah/hari.

"Karena FABA ini tidak boleh keluar dalam bentuk bahan mentah, jadi kami olah menjadi Paving Blok yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum," katanya.

Idewa menambahkan, guna memaksimalkan pengolahan limbah, PLTU II Labuan telah melakukan penandatangan Moratorium Of Understanding dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan bisa lebih banyak untuk dimanfaatkan oleh Pemda Pandeglang.

"Nanti pengolahannya oleh Pemkab Pandeglang, untuk itu agar FABA ini bisa keluar dalam bahan mentah, Pemkab sedang mengurus izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)," pungkasnya. [ars]



Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds