Peringatan Keras Erdogan Kepada Macron: Jangan Main-main Dengan Orang Turki

Internasional  MINGGU, 13 SEPTEMBER 2020 , 09:08:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Peringatan Keras Erdogan Kepada Macron: Jangan Main-main Dengan Orang Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan/Net

RMOLBANTEN. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan naik pitam atas ehadiran Prancis yang vokal membela Yunani dalam perselisihan di Laut Mediterania Timur dengan Turki.

Erdogan dalam pidato peringatan 40 tahun kudeta militer 1980 yang disiarkan di televisi Istanbul pada Sabtu (12/9), memberikan teguran keras untuk mitranya dari Prancis, Presiden Emmanuel Macron.

"Jangan main-main dengan orang-orang Turki. Jangin main-main dengan Turki," demikian dua kalimat peringatan tajam yang Erdogan sampaikan kepada Macron.

Seperti dimuat The National, pada saat yang sama, Erdogan meminta Yunani untuk menjauh dari dukungan Prancis yang digambarkannya sebagai sebuah "tindakan yang salah".

Setelah persaingan latihan militer antara Turki dan Yunani di Laut Mediterania Timur, militer Prancis tampak eksis di wilayah sengketa tersebut.

Macron juga memicu perselisihan dengan Turki dengan meminta rekan-rekannya di Uni Eropa untuk memberlakukan tindakan tegas terhadap pemerintahan Erdogan.

"Eropa harus jelas dan tegas, pemerintahan Presiden Erdogan mengambil tindakan yang tidak dapat diterima," ujarnya saat KTT tujuh negara Mediterani Uni Eropa pada Kamis (10/9).

Menanggapi pernyataan tersebut, Erdogan memberikan jawaban yang tidak kalah mengejutkan.

"Tuan Macron, Anda akan mendapatkan lebih banyak masalah dengan saya," ujarnya dan itu adalah komentar pertama Erdogan yang langsung membidik Presiden Prancis tersebut perihal perselisihan di kawasan.

Erdogan mengatakan, Prancis tidak dapat "mengajari" Turki dengan berbagai latar belakangnya yang suram, termasuk perannya dalam genosida Rwanda pada 1994.

Ketegangan antara Turki dan Yunani akhir-akhir ini bermula ketika Ankara mengerahkan kapal penelitian Oruc Reis yang dikawal kapal perang ke Laut Mediterania Timur pada 10 Agustus.

Hal tersebut membuat Yunani marah hingga memicu perselisihan yang terjadi sampai hari ini. [dzk]



Komentar Pembaca
Koalisi Partai Dukungan Muhyiddin Yassin Menang Di Sabah, Akankah Pemilu Malaysia Dipercepat?
Zhong Vs Zong

Zhong Vs Zong

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020

Mobil Terbang Buatan Turki Siap Mengudara, Semua Orang Bisa Jadi Pilot
Thailand Dilanda Gelombang Protes Perubahan Sistem Negara Dari Kerajaan Menjadi Republik
Grand Jury

Grand Jury

JUM'AT, 25 SEPTEMBER 2020

Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds