PILWAKOT TANGSEL 2020

Bantah Tudingan Bawaslu Tangsel, Mudjahid: Sesuai PKPU Swab Test Dilakukan Saat Pendaftaran Bapaslon

Politik  SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 , 20:10:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Bantah Tudingan Bawaslu Tangsel, Mudjahid: Sesuai PKPU Swab Test Dilakukan Saat Pendaftaran Bapaslon

Anggota KPU Tangsel, Achmad Mudjahid Zein/LAN

RMOLBANTEN. Pemeriksaan tes kesehatan bagi bakal pasangan calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Tangsel sebagai tahapan Pilkada serentak yang digagas KPU mendapat kritikan dari Badan Pengawas Pemilu Tangsel.

Kritikan yang diberikan Bawaslu kepada KPU dikarenakan, KPU tidak menjalankan atau menyerahkan hasil swab test bapaslon.

Kritikan Bawaslu langsung dibantah oleh KPU Tangsel yang mengatakan, jika swab test hanya disyaratkan pada saat pendaftaran bapaslon.

"Swab sebetulnya memang di PKPU (peraturan KPU) hanya disyaratkan saat pendafaran. Dan, hasil swab masih berlaku sampai pada tahap pemeriksaan kesehatan. Secara regulasi tidak masalah," ujar Anggota KPU Tangsel Divisi Pencalonan, Achmad Mudjahid Zein di Kantor KPU Tangsel, Setu, Tangsel, Senin (14/9).

Mudjahid juga menjelaskan, semisal ada bapaslon yang positif hanya diinstruksikan menjalani karantina mandiri.

"Kalau misal positif covid, tidak digantikan. Dia hanya menjalani karantina mandiri. PKPU tahapan tidak ada yang berubah," tuturnya seusai memberikan hasil kesehatan ke tim penghubung bapaslon.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tangsel, Muhamad Acep mengkritik tahapan tes kesehatan pada 8-9 September lalu untuk pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel.

Kritikan itu karena tiga pasangan calon yakni Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan tidak menjalankan atau menyerahkan kembali hasil swab test.

"Untuk temen-temen LO (tim penghubung), karena pasangan calon ini kemarin waktu tes kesehatan tidak menjalankan kembali hasil swab. Kami sih minta pasangan calon melakukan swab mandiri saja," terang Acep di Kantor KPU Tangsel, Setu, Tangsel, Senin (14/9).

Karena menurut Acep, tidak adanya penyerahan swab jangan sampai terjadi seperti kejadian di Cilegon. Untuk itu, pihaknya menyarankan bagi pasangan calon untuk melalukan swab test secara mandiri.

"Karena jangan sampai seperti kejadian Cilegon. Cilegon pendaftaran negatif kemudian ketika tes kesehatan dia positif. Jadi KPU Tangsel tidak melakukan swab kembali ketika melakukan tes kesehatan, saya berharap paslon melakukan swab mandiri," ujarnya.

"Karena harus bagaimana juga kita harus menjaga Pilkada yang sehat, yang aman kemudian yang berkualitas. Jangan sampai nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan menjadi cluster baru di Tangsel," tambah Acep.

Bahkan, KPU Tangsel menjadi satu-satunya KPU se-Banten yang tidak menyerahkan atau tidak melalukan swab test bagi pasangan calon.

Hal itu dikatakan Acep, saat Bawaslu Tangsel melakukan rapat koordinasi dengan Bawaslu Provinsi Banten.

"Bagaimana disampaikan Bawaslu Provinsi dalam rapat koordinasi, satu-satunya KPU se-Banten yang tidak melalukan swab terlebih dahulu sebelum tes kesehatan hanya KPU Tangsel. Maka kami menyarankan agar untuk paslon swab secara mandiri, jangan sampai pada saat penetapan lalu pengundian nomor urut menjadi persoalan," tegasnya. [ars]



Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds