Kritik Jimly Asshiddiqie Ke BNPT: Jangan Jadi Pembela Pelaku Penikam Syekh Ali Jaber

Politik  SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 , 18:54:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Kritik Jimly Asshiddiqie Ke BNPT: Jangan Jadi Pembela Pelaku Penikam Syekh Ali Jaber

Jimly Asshiddiqie/Net

RMOLBANTEN. Kasus penusukan terhadap penceramah terkenal, Syekh Ali Jaber yang dikomentari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mendapat kritik keras dari anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie.

Boy Rafli dalam komentarnya menyebut bahwa kondisi gangguan jiwa atau gila yang dialami penusuk Syekh Ali Jaber, Alfin Andrian pernah dibuktikan lewat hasil pemeriksaan rumah sakit tahun 2016.

Informasi yang sama juga diterima BNPT dari pihak keluarga.

Atas komentarnya itu, Jimly Asshiddiqie meminta BNPT untuk tidak menjadi pembela dalam kasus ini.

"BNPT jangan jadi pemberla ataupun pemutus,” terangnya dalam akun Twitter pribadi , Selasa (15/9).

Masalah isu gangguan jiwa, kata Mantan Ketua MK itu yang diidap Alfin merupakan bagian dari tugas advokat untuk membela. Sementara hakim akan memberi putusan atas kasus ini.

"Biarlah tugas advokat yang membelanya di pengadilan dan hakim yang memutus apakah pelaku kejahatan gila atau tidak,” demikian mantan ketua MK itu.

Dalam tuitan sebelumnya Jimly menyampaikan sebagai Ketua Umum ICMI, dirinya mengutuk penusukan dengang senjata tajam untuk tujuan pmbunuhan trencana dan teror terbuka kepada Syeikh Ali Jaber, ulama yangg sedang tablig di depan umum.

"Mohonn polisi dan jaksa segera proses hukum yangbersangkutan ke pengadilan dengan tuntutan sangsi paling maksimal, mati," tegasnya. [dzk]



Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds