Minta Buka Akses Jalan, Walikota Serang Dikirimi Surat Cinta

Daerah  SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 , 19:47:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Minta Buka Akses Jalan, Walikota Serang Dikirimi Surat Cinta

Akses jalan ditutup/RAG

RMOLBANTEN. Masyarakat Kampung Cibogo Timur, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka mengirim surat aduan ataua surat cinta kepada Pemkot Serang, Selasa (15/9).

Pengiriman surat untuk meminta bantuan agar Pemkot Serang kembali membuka akses jalan yang telah ditutup oknum warga yang mengaku pemilik tanah.

Jalan yang ditutup tersebut merupakan akses Jalan umum yang menghubungkan Kelurahan Nyapah dengan Kelurahan Lebak Wangi yang letaknya di Cibogo Timur.

"Penutupan hampir empat bulan yang dilakukan oknum. Kami warga Cibogo Timur meminta kepada Walikota, untuk membuka akses Jalan karena kami merasa terganggu dengan penutupan jalan tersebut," tulis masyarakat dalam surat yang dikirim ke Walikota Serang, Syafrudin.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan jalan tersebut bukan milik pribadi tapi merupakan jalan umum yang dibuka oleh masyarakat dengan cara swadaya.

"Penutupan jalan itu menganggu, akses jalan vital menghubungkan dua kelurahan, yang terkena dampak kan dua kelurahan, perekonomian jadi terganggu," ujarnya pada awak media.

Untuk menuju jalan utama di Walantakan kini masyarakat di dua kelurahan harus memutar jalan yang jauhnya dua kali lipat dibanding lewat jalan tersebut.

"Kalau muter jadi dua kali lipat jauhnya, kalau warga dari Lebak wangi harus lewat Cibangur jadi dua kali lipat jauhnya," ucapnya.

Sementara itu Lurah Nyapa Oewin Kurniawan saat dihubungi mengatakan tanah yang dijadikan jalan oleh masyarakat  sudah dipakai sekitar 20 tahun dan memang sudah pernah dibangun pengerasan Pemkot Serang.

"Namun sekarang diklaim oleh seseorang bahwa lahan tersebut hasil beli dari masyarakat. Diklaim tanah pribadi, saya sempat turun negosiasi secara persuasif terkait surat, dan dia hanya punya surat pernyataan," paparnya.

"Pada dasarnya setau saya semua jalan di lingkungan Nyapah ini sudah masuk aset pemkot apalagi sudah dibangun oleh pemerintah, kalau memang punya salah satu oknum kenapa tidak dari dulu pas pembangunan," jelasnya.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pihak kelurahan berencana melakukan mediasi yang rencananya akan dilaksanakan pada Minggu 20 September 2020 di Kantor Kelurahan Nyapah. [ars]






Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds