PILWAKOT TANGSEL 2020

DPS Pilkada Tangsel Selisih 25 Ribuan Suara, LBH Keadilan: Ini Ancaman Demokrasi

Pemilukada  RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 12:09:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

DPS Pilkada Tangsel Selisih 25 Ribuan Suara, LBH Keadilan: Ini Ancaman Demokrasi

Foto: Repro

RMOLBANTEN. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada Tangsel 924.602.

Namun, data terebut berbeda dengan perekaman e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berjumlah 950.463. Hal itu juga dikeluhkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tangsel yang menilai selisih tersebut bisa menjadi bumerang bagi pelaksanaan pesta demokrasi.

Melihat adanya selisih yang begitu besar, Ketua Pengurus LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie menegaskan, jika selisih DPT tersebut merupakan ancaman besar untuk pesta demokrasi.

"LBH Keadilan berpendapat, angka selisih tersebut merupakan ancaman demokrasi. Sangat berbahaya kalau sampai 25.861 orang kehilangan hak untuk memilih. Hasil pemilihan umum kepala daerah menjadi tidak berkualitas," ujar Hamim saat dikonfirmasi, Rabu (16/9).

Pihaknya meminta kepada KPU Tangsel untuk segera memperbaiki data pemilih. Bahkan, LBH Keadilan memberikan masukan dalam pelaksanaan pengecekan maupun penginputan data pemilih dilakukan secara online.

"LBH Keadilan meminta agar KPUD Tangerang Selatan segera melakukan perbaikan data pemilih. Di tengah pandemi Covid-19, KPUD harus membuat sistem secara online yang memungkinkan masyarakat mengecek data pemilih dan kemudian secara mandiri menginput data pemilih bagi yang belum terdafatar sebagai pemilih. Menurut kami itu tidak sulit," ungkapnya.

Masih kata Hamim, Bawaslu Tangsel juga harus berperan untuk mengawal persoalan ini agar tidak menjadi ancaman besar penyelenggaraan Pilkada Tangsel.

"Badan Pengawas Pemilu Tangerang Selatan sebagai unsur penyelenggara Pemilu harus mengawal persoalan ini dengan sungguh-sungguh," tandas Hamim.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Pilkada Tangsel yakni 924.602 dari hasil rapat pleno terbuka yang digelar KPU.

Bahkan menurut, anggota KPU Tangsel Divisi Data, Ajat Sudrajat mengatakan, hasil pleno DPS sudah disebar dan ditempel di kantor kelurahan yang ada di Tangsel.

Alhamdulillah kita baru saja menyelesaikan pleno DPS, dan hasilnya sudah dapat kita sebar dan lanjut ke tahapan selanjutnya. Kita tempel di seluruh kantor kelurahan DPS ini, jadi masyarakat bisa melihat apakah dirinya sudah terdata atau belum. Jika belum maka akan langsung dimasukkan ke dalam daftar pemilih," papar Ajar saat dikonfirmasi, Selasa (15/9).

Namun, data DPS yang sudah ditetapkan KPU mendapat kejanggalan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tangsel.

Kejanggalan tersebut adanya perbandingan dengan jumlah perekaman data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Hal itu dikatakan Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep.

"Dari hasil penetapan DPS yang dilakukan oleh KPU, terdapat selisih sebesar 25.000 data. Yang mana jika tidak dilakukan penyesuaian atau perbaikan, maka akan menghambat pelaksanaan Pilkada 2020. Diketahui DPS yang ditetapkan oleh KPU dalam Rapat Pleno Penetapan DPS adalah sebesar 924.602," terang Acep.

Lanjut Acep, dalam laporan Disdukcapil setempat per tanggal 8 Januari 2020, orang yang wajib e-KTP itu jumlahnya 950.463 orang. Yang sudah melakukan perekaman e-KTP itu 948.565 orang.

"Sementara angka yang ditetapkan oleh KPUD 924.602 itu terdapat selisih dengan angka jumlah masyarakat Kota Tangsel yang telah melakukan perekaman yakni, 948.565 orang," lanjutnya.

Ada selisih itu, Bawaslu meminta keterangan dari KPU terkait dengan selisih yang menyangkut ribuan data tersebut.

"Karena KPU tidak memberikan data By Name By Address, makanya kami melihat angka yang muncul dalam Rapat Pleno tersebut," kata Acep.

Bahkan, Bawaslu menyayangkan bahwa KPU belum maksimal dalam melakukan tugasnya pada tahapan pencoklitan. Sehingga dia berharap penyelenggara melakukan evaluasi terhadap selisih mencolok dari data pemilih tersebut.

"Ini bisa jadi bumerang pada rangkaian Pilkada, karena ada sekitar 25000 orang yang tidak masuk dalam DPT serta akan merugikan para kontestan yang mengikuti Pilkada Tangsel," tutupnya.

Diketahui, terdapat tiga bakal pasangan calon pada Pilkada Tangsel 2020. Pertama adalah Benyamin Davnie - Pilar Saga Ichsan, mereka diusung oleh Partai Golkar dan didukung PBB, PPP dan Gelora.

Kedua adalah Siti Nur Azizah - Ruhamaben yang diusung Partai Demokrat, PKS dan PKB, serta didukung PKPI.

Ketiga adalah Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang diusung PDIP, Gerindra, PSI, PAN dan Hanura serta didukung Partai NasDem, Perindo, Berkarya dan Garuda. [ars]

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds