Pilkada 2020, Bawaslu Temukan 8 Dugaan Jenis Pelanggaran Netralitas ASN

Politik  JUM'AT, 18 SEPTEMBER 2020 , 00:50:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Pilkada 2020, Bawaslu Temukan 8 Dugaan Jenis Pelanggaran Netralitas ASN

Foto: Repro

RMOLBANTEN. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan perhatian penuh terhadap netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam perhelatan Pilkada Serentak 2020.

Bawaslu lewat kun Twitternya menyampaikan, hasil pengawasan terhadap ASN yang dilakukan sejak awal tahapan pilkada dimulai hingga tanggal 14 September.

"Bicara soal sanksi, ASN akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Dalam hal ini Bawaslu melakukan pengawasan terhadap netralitas ASN," terang akun Twitter resmi Bawaslu, Kamis (17/9).

Hasil kajian yang dilakukan Bawaslu, disebutkan sejumlah jenis pelanggaran terbukti dilakukan oleh puluhan ASN.

Tiga pelanggaran yang paling banyak dilakukan di antaranya mengajak atau mengintimidasi orang agar mendukung salah satu pasangan calon. Jumlahnya mencapai 8 orang.

Bertindak tidak netral dengan berpihak dalam pemilihan yang jumlahnya sebanyak 6 ASN.

Ada pula ASN yang mendampingi pasangan calon mendaftar yang tercatat ada sebanyak 5 orang.

Sementara untuk 4 jenis pelanggaran netralitas lainnya dilakukan oleh masing-masing satu ASN, yakni mengikuti rapat pleno rekapitulasi verifikasi faktual bapaslon menggunakan atribut ASN, menggunakan atribut saat fit and proper test, menghadiri deklarasi bapaslon menggunakan atribut, dan bupati melakukan pergantian pejabat dalam kurun waktu 6 bulan sebelum penetapan paslon.

"Jika dari hasil kajian Bawaslu terbukti adanya pelanggaran, Bawaslu akan meneruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dalam bentuk rekomendasi," demikian Bawaslu RI.

Bentuk dugaan pelanggaran ASN:


1. ASN memberikan dukungan lewat media sosial/massa, 218 kasus
2. ASN melakukan pendekatan atau mendaftarkan diri pada salah satu parpol, 104 kasus
3. ASN menghadiri/mengikuti acara silaturahmi/sosialisasi/bakti sosial bakal paslon 72 kasus
4. ASN mendukung salah satu bakal calon, 47 kasus
5. ASN mendeklarasikan diri sebagai bakal calon kepala daerah, 43
6. ASN sosialisasi bakal calon melalui alat peraga, 36 kasus
7. ASN mempromosikan diri sendiri atau orang lain, 24 kasus
8. ASN mendaftarkan diri sebagai bakal calon perseorangan, 10 kasus

Sumber: Bawaslu RI [ars]



Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds