Oknum Petugas Rapid Test Di Bandara Soetta Ditetapkan Tersangka Pemerasan Dan Penipuan

Hukum  SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 20:32:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Oknum Petugas Rapid Test Di Bandara Soetta Ditetapkan Tersangka Pemerasan Dan Penipuan

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yuriko/AUL

RMOLBANTEN. Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menetapkan E oknum petugas rapid test yang diduga melakukan pemerasan dan pelecehan di Terminal 3 beberapa waktu lalu sebagai tersangka.

Korban diketahui berinisial LHI yang merupakan pemilik akun Twitter @listongs.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yuriko membenarkan hal tersebut. Namun, saat ini polisi belum menahan tersangka lantaran masih melakukan penyelidikan.

"Benar, sudah kita tetapkan tersangka atas dua pasal," ujarnya, Selasa (22/9).

Dua pasal tersebut, lanjut Alex, yakni mengenai peristiwa pemerasan dan penipuan. Pasalnya, korban dimintai uang senilai Rp. 1,4 juta yang bukan merupakan biaya resmi pemeriksaan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kita sementara berpatokan pada apa yang diadukan pengadu, pengadu merasa diperas dan ditipu oleh pelaku E," jelas Alex.

Adapun perihal kasus pelecehan yang sempat viral, Alex menyebut saat ini pihaknya tengah mengumpulkan alat bukti. Salah satunya dengan dilakukan pemeriksaan oleh petugas Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perlindungan Anak (P2TP2A) Gianyar, Bali.

"Karena proses pelecehan itu biasanya jumlah saksi sedikit hanya yang dilecehkan dan melecehkan sehingga perlu alat bukti tambahan," ujarnya.

Namun, Alex tidak dapat menjelaskan perihal pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas P2TP2A Gianyar, Bali.

"Alat bukti dugaan pelecehannya kita butuhkan bantuan P2TP2A utk paling tidak korban beneran merasakan trauma dan merasa shock atas dugaan pidana pelecehan tersebut," tuturnya.

Alex mengungkapkan, pemeriksaan saat ini masih berjalan. Hal tersebut membuat pihak kepolisian kemungkinan akan menjerat pelaku dengan pasal lainnya tergantung dengan alat bukti yang didapatkan.

"Jika saat proses jalannya penyelidikan kemudian ada sangkaan pasal lain itu dimungkinkan untuk keadilan, sementara ini alat bukti yang telah lengkap yakni pasal penipuan dan pemerasan tersebut," jelasnya. [ars]





Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds