Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Tangsel Bantu Lunasi Tunggakan Utang Handphone Nuraini

Kota Tangerang Selatan  RABU, 23 SEPTEMBER 2020 , 16:53:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Tangsel Bantu Lunasi Tunggakan Utang Handphone Nuraini

Bantuan Nuraini/LAN

RMOLBANTEN. Nuraini (42) yang tinggal bersama tiga anak dan satu cucunya di rumah reot Kampung Jaletreng, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Tangsel terpaksa harus meminjam uang ke bank keliling untuk membelikan handphone agar anak keduanya, M Rizky bisa mengikuti pelajaran online.

Meski sudah mempunyai handphone, Rizki yang saat ini kelas 2 SMP di sekolah Negeri wilayah Serpong, harus berjalan ratusan meter ke Kantor Kecamatan Serpong untuk memanfaarkan fasilitas wifi agar bisa mengerjakan tugas online.

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Tangsel, Alexander Prabu yang mendengar adanya masyarakat Tangsel tinggal di rumah reot langsung menemui Nuraini.

Bukan hanya sebatas itu saja, anggota Komisi II ini juga membantu melunasi pinjaman Nuraini untuk membelikan handphone si anak di bank keliling.

"Ini bukti empati kami, masih ada masyarakat Tangsel yang hidup tak layak. Saya juga bertemu dengan bank keliling yang dipinjam Ibu Nuraini untuk belikan handphone dan saya bantu melunasi," ujar Alex seusai menyambangi rumah Nuraini, Rabu (23/9).

Alex juga memberikan kuota kepada anak Nuraini agar tak usah jauh-jauh berjalan kaki menuju Kantor Kecamatan Serpong untuk mengerjakan tugas online.

"Semoga apa yang saya bantu bisa bermanfaat untuk Bu Nuraini dan anaknya, supaya bisa terus bersekolah," ucapnya.

Bahkan, Alex juga akan membantu memfasilitasi pembangunan rumah reot Nuraini hingga layak huni.

Sebelumnya diberitakan, Nuraini (42) warga Kampung Jaletreng, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Tangsel harus bertaruh nyawa tinggal di rumah reot yang sudah ditempatinya selama lima tahun.

Di musim hujan seperti ini, Nurani bersama tiga anak serta satu cucunya harus mengungsi karena rumah reot yang ditempatinya nyaris ambruk. Terlebih, Nuraini baru saja kehilangan suami meninggal dunia karena sakit.

Pantauan Kantor Berita RMOL Banten, rumah triplek yang ditempati Nuaini sangalat tidak layak. Kayu-kayu yang dijadikan penyangga, sudah lapuk termakan waktu.

Kamar mandinya pun, ia buat sendiri saat suami masih menemaninya menggunakan triplek dan terpal berukuran panjang. Air yang dihasilkannya juga harus menumpang ke orang dan bayar Rp 100 ribu tiap bulannya.

Namun, kini kamar mandinya sudah tak layak untuk digunakan.

"Kayunya udah lapuk kena hujan, kena panas, dulu kan ada bapaknya atasnya (genteng) suka jatoh, kalau ada bapaknya enak ada yang benerin, bapaknya enggak ada susah," ujar Nuaini yang masih memegang KTP Tangsel, Selasa (22/9).

Bahkan diakuinya, pada malam hari disaat anak dan cucunya tertidur pulas. Nuraini masih tetap terjaga, karena banyak tikus yang kerap merayap ditubuh sang anak.

"Sering ada ular, untungnya anak saya udahan mandi terus jatuh. Kalajengking juga ada gede segede tangan. Kalau tikus, jangan ditanya. Tidur bareng tikus, kadang lagi tidur tikus suka ngerayap ke kaki, baju juga anyak yang dimakanin tikus," tuturnya. [ars]

Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds