Airin-Benyamin Davnie Sisakan Pekerjaan 1.209 Rumah Tak Layak Huni, Yang Tampak Gubug Reot Nuraini!

Kota Tangerang Selatan  KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 , 01:41:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Airin-Benyamin Davnie Sisakan Pekerjaan 1.209 Rumah Tak Layak Huni, Yang Tampak Gubug Reot Nuraini!

Nuraini salah satu warga Tangsel yang tinggal di gubug reot/LAN

RMOLBANTEN. Menjelang berakhirnya masa jabatan Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dan Walikota Tangsel Benyamin Davnie masih menyisahkan catatan hitam bagi warga Tangsel.

Selama 10 tahun menjabat sebagai nomor orang satu di Tangsel, Airin-Benyamin belum bisa mampu mensejahterahkan warganya. Salah satunya masih ada warganya yang tinggal di rumah reyot.

Melalui keterangan resmi Pemkot Tangsel yang diterima Kantor Berita RMOLBanten, meski disebutkan Airin-Benyamin berhasil melakukan bedah rumah sebanyak 1.275 unit.

Di tahun ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan baru melaksanakan program bedah rumah sebanyak 305 unit saja.

Kepala Bidang Perumahan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Yulia Rahmawati, berdalis, bahwa ada beberapa rumah yang tidak lolos persyaratan administrasi.

"Walaupun kita punya data base, usulan proposal tetap harus melalui RT/RW diketahui lurah dan camat, baik melalui Musrenbang, reses ataupun proposal langsung ke walikota,"ungkap Yulia dari keterangan resmi Pemkot Tangsel, Rabu (23/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Perkimta Ade Suprizal, menjelaskan bahwa ke depannya, program bedah rumah akan dilakukan dengan basis data yang ada Disperkimta akan melakukan perbaikan terhadap rumah yang mengalami kerusakan.

Jadi nantinya akan disinkronkan usulan musrenbang dari kelurahan ataupun kecamatan dengan basis data yang dimiliki.
 
"Jadi, tahun 2021, kami akan coba rubah polanya. Basis data ini yang akan kami sampaikan untuk kelurahan dan kecamatan," terang Ade.

Ade menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan program ini secara berkala. Mengingat pada tahun 2018, Tangsel memiliki data base dengan hunian yang tidak layak sebanyak 2.484 unit.

"Sehingga pogram ini akan terus dilaksanakan agar masyarakat di Kota Tangsel bisa hidup sejahtera dengan hunian yang layak," demikian Ade.

Tinjauan, jika dilihat dari data tersebut pada tahun 2018 hingga saat ini, setidaknya masih ada 1.209 rumah tak layak huni yang artinya masih banyak warga Tangsel hidup dibawah kesejahteraan.

Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) mempertanyakan bagaimana Pemkot Tangsel melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) memetakan persoalan Rumah Tak Layak Huni (RUTLH).

Padahal ada anggaran Rp 22 Miliyar untuk Rumah Tak Layak Huni (RUTLH) di tahun 2020 ini, jika memang sudah ada pemetaan sebelumnya lalu bagaimana proses pelaksanaannya, cerita Ibu Nuraini yang masih tinggal di rumah reyot adalah potret muram Pemkot Tangsel dalam mensejahterakan masyarakatnya.

10 tahun sudah Walikota Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie menjabat sudah seharusnya tidak ada lagi cerita seperti Ibu Nuraini yang harus berbagi tidur dengan tikus atau warga yang harus tidur dikandang bebek seperti yang terjadi di Kademangan beberapa waktu yang lalu.

Sudah seharusnya Pemkot Tangsel melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) mempublikasi terkait anggaran RTLH dan sudah sejauh mana Evaluasi dan monitoring yang sudah dilakukan  serta proses laporan pemetaan RTLH yang sudah dilakukan agar dikemudian hari, kita sebagai masyarakat dapat berpartisipasi serta tidak ada lagi cerita seperti Ibu Nuraini, jangan sampai program seperti RTLH dijadikan bancakan segelintir orang untuk mendapatkan keuntungan. [ars]

Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds