Surat KAMI Untuk Jokowi, Adhie Massardi: Salah Jika Menganggap Komunisme Sudah Mati

Politik  KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 , 16:34:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Surat KAMI Untuk Jokowi, Adhie Massardi: Salah Jika Menganggap Komunisme Sudah Mati

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Adhie M Massardi/Net

RMOLBANTEN. Komunisme masih hidup dan segar bugar, lagi semakin perkasa. Selama ini, anggapan bahwa komunisme sudah mati merupakan kesalahan persepsi dan referensi.

Begitu Adhie M. Massardi salah seorang deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ketika menjelaskan surat yang dikirimkan organisasi itu kepada Presiden Joko Widodo mengenai kebangkitan komunisme gaya baru.

"Selama ini kita, termasuk para pengamat politik, salah persepsi dan salah referensi soal komunis. Kita mengira komunisme sudah mati dan tak perlu ditakuti karena referensinya Eropa Timur dan Uni Soviet yang sudah bubar. Sementara Republik Rakyat China kita sangka sudah menjadi kapitalisme hanya karena pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup sebagian rakyatnya,” ujar Adhi Massardi dikutip dari Kantor Berita Politik RMOLID, Kamis (24/9).

Adhie Massardi menjelaskan, setelah Xi Jinping pada 11 Maret 2018 menobatkan diri sebagai Pemimpin Partai Komunis dan presiden China seumur hidup, barulah dunia terperanjat.

Dan lebih terperanjat lagi ketika Xi Jinping menghalalkan segala cara untuk aneksasi dan berangus demokrasi di Hongkong.

"Xi Jinping telah mengaktifkan seluruh sel komunis untuk mengawal kekuasaan dan menghegemoni negara-negara yang diberi bantuan ekonomi secara besar-besaran. Nepal, contohnya, dilestarikan di bawah pemerintahan komunis Maois,” sambung Adhie Massardi lagi.

Mantan Jurubicara Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) menambahkan, di balik bantuan ekonomi, China menyelendupkan ideologi komunis ke negara-negara yang memdekati untuk mendapatkan bantuan ekonomi.

Pengkhianatan G30S/PKI pimpinan DN Aidit 100 persen didukung Partai Komunis China yang saat itu dipimpin Mao Zedong.

"Kini pemerintahan Indonesia hubungannya sangat erat dengan China. Kenyataan ini menambah kekhawatiran KAMI terhadap menguatnya neo PKI di Indonesia, selain munculnya keterbelahan sosial di masyarakat yg ditengarai merupakan cara PKI di masa lalu mengadu-domba dan merusak keharmonisan kehidupan beragama di tanahair,” pungkas Adhie Massardi.[dzk]

Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds