Pengumuman Resesi, Rizal Ramli: Ibu Menkeu "Telmi", Dah Kaya Politisi Banyakan Bohongnya!

Politik  JUM'AT, 25 SEPTEMBER 2020 , 01:10:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Pengumuman Resesi, Rizal Ramli: Ibu Menkeu

Rizal Ramli - Sri Mulyani/Repro

RMOLBANTEN. Ekonom senior DR. Rizal Ramli menyatakan pengumuman resesi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dinilai terlalu terlambat. Selain terlambat, juga ada penggunaan definisi yang aneh dalam memaknai resesi di negeri ini.

"Itu pernyataan terlambat, pernyataan telmi (telat mikir),” terang Rizal Ramli menanggapi pengumuman bahwa Indonesia akan mengalami resesi pada akhir September dari Menteri Sri Mulyani.  

Kata Rizal Ramli, di seluruh dunia, resesi didasarkan pada perbandingan dua kuartal berturut-turut yang negatif. Jika definisi ini digunakan, berarti Indonesia sudah resesi sejak awal tahun ini.

"Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 dengan kuartal IV 2019 itu sudah negatif minus dua koma sekian persen. Kuartal II 2020 bandingin kuartal I 2020 itu juga negatif,” urai Rizal Ramli dalam sebuah wawancara yang diunggah di YouTube, Kamis (24/9).

Jika Indonesia memakai rumusan yang lazim di dunia Internasional, lanjut Rizal Ramli, maka sebenarnya Indonesia sudah resesi. Hanya saja Sri Mulyani menggunakan perbandingan yang tidak lazim, yaitu perbandingan antar satu kuartal dengan kuartal sama di tahun sebelumnya.

"Jadi mohon maaf, Ibu Menteri Keuangan kita ini sudah biasa kayak politisi, banyakan bohongnya, banyakan plesetannya. Kalau profesional ekonom, itu nggak begitu, selalu soal angka-angka,” tegasnya.

"Sri Mulyani belakangan ini lebih banyak politisinya, ketimbang dengan profesional ilmuwan,” sambung Rizal Ramli dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [ars]



Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds