Mundur Dari Satgas Covid-19, Rizal Ramli: Integritas Dan Intelektualitas Akmal Taher Tidak Tergadaikan

Politik  SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 14:07:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Mundur Dari Satgas Covid-19, Rizal Ramli: Integritas Dan Intelektualitas Akmal Taher Tidak Tergadaikan

Dr Rizal Ramli/Net

RMOLBANTEN. Ekonom senior Dr. Rizal Ramli mengapresiasi Keputusan Akmal Taher mundur dari jabatannya sebagai Ketua Bidang Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penananan Covid-19.

Melalui akun Twitternya @RamliRizal, turut memposting cuitan mantan Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam, yang juga mengapresiasi keputusan Akmal Taher mundur dari Satgas Penanganan Covid-19.

Dalam cuitannya di akun Twitternya, @dipoalam49, ia menceritakan pengalaman dirinya bersama Akmal Taher kala masih menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia (UI), yang berjuang melawan rezim pemerintaham Presiden Soeharto.

"Jadi inget 1978, sesama-sama aktivis mahasiswa Ul Prof. Akmal Taher (Ake FKUI); jadi sesama tahanan Laksusda Jaya di "Kampus Kuning"; dulu kita lawan bintang 4 & 5. Kini lanjutken Akal Sehat lawan Pandemi Covid-19," cuit Akmal Sabtu (26/9) yang turut memposting gambar cover Koran Tempo yang mengangkat headline mundurnya Akmal Taher kaitannya dengan dipilihnya Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menangani 9 provinsi paling terdampak Covid-19.

RR biasa disapa kemudian ikut berkomenta mengenai mundurnya Akmal Taher yang pernah menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, dan juga merupakan Dokter Spesialis Bedah.

"Kita bangga 77/78 dengan Prof Dr. Akmal Taher, FKUI, integritas dan intelektualitas-nya tidak tergadaikan. Terharu," ujar RR.

Diketahui Akmal Taher memilih mundur diri dari Satgas Penanganan Covid-19 sebagai Ketua Bidang Kesehatan Satgas. Dia menyatakan mundur dari posisi tersebut dengan mengajukan surat pengunduran diri kepada Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Munardo, Kamis malam (24/9).

Akmal menjelaskan, kunci keberhasilan dalam menghadapi pandemi yang sudah berjalan sejak Maret lalu adalah pengetesan, pelacakan, dan tindakan.

Namun kenyataannya, gurubesar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu melihat langkah pengetesan dan pelacakan tidak secara maksimal dilakukan selama penanganan Covid-19 berlangsung. Terutama pada usaha menekan kematian di sembilan provinsi.

Dari situ, Akmal juga sudah menduga Presiden Joko Widodo berpikir hal yang sama, terutama ketika menunjuk Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan untuk ikut terlibat menangani Pandemi Covid-19 di 9 provinsi yang paling terdampak.

Oleh karenanya, dia berkomitmen akan membantu Satgas Penanganan Covid-19 dari luar struktur kelembagaan, dengan berusaha meningkatkan upaya tracing kasus Covid-19 dan juga memasifkan tes corona di masyarakat.

"Saya merasa bisa berperan di tempat lain, untuk menjalankan langkah yang saya yakini, yaitu testing, tracing, dan treatment," demikian Akmal Taher. [dzk]



Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds