Koalisi Partai Dukungan Muhyiddin Yassin Menang Di Sabah, Akankah Pemilu Malaysia Dipercepat?

Internasional  MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020 , 09:52:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Koalisi Partai Dukungan Muhyiddin Yassin Menang Di Sabah, Akankah Pemilu Malaysia Dipercepat?

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yasin/Net

RMOLBANTEN. Komisi Pemilihan Umum (EC) pada Sabtu malam (26/9) merilis Koalisi Gabungan Rakyat Sabah (GRS) yang didukung oleh Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin telah mengumpulkan mayoritas suara dalam pemilihan negara bagian Sabah.

Hasil perhitungan suara yang resmi dirilis, partai komponen GRS telah memenangkan 37 kursi, lebih dari setengah total 73 kursi.

Koalisi GRS sendiri terdiri dari Perikatan Nasional (PN), Barisan Nasional (BN), serta partai-partai kecil lokal, seperti Parti Bersatu Sabah (PBS) dan Parti Solidariti Tanah Airku (STAR).

Sementara dilaporkan CNA, pesaing utama, GRS, koalisi Warisan Plus hanya mendapatkan 26 kursi.

Koalisi Warisan Plus, terdiri dari Parti Warisan Sabah (Warisan), Pakatan Harapan (PH), Partai Aksi Demokrat (DAP), Parti Keadilan Rakyat (PKR), Parti Amanah Negara (Amanah), dan Organisasi Progresif Kinabalu Bersatu (UPKO) yang berbasis negara bagian.

Hasil itu, GRS dapat membentuk pemerintahan negara bagian Sabah yang baru. Di mana menteri utama akan ditunjuk untuk menggantikan kapala Warisan, Shafie Apdal.

Dalam konferensi pers pada Sabtu pukul 23.30 waktu setempat, Ketua EC Abdul Ghani Salleh mengatakan, di antara partai koalisi GRS, PN memiliki 17 kursi, BN memiliki 14 kursi dan PBS memiliki enam kursi.

Sementara untuk partai koalisi Warisan Plus, Warisan meraih 24 kursi, PKR satu kursi, dan UPKO satu kursi. Dua kursi diberikan kepada kandidat independen.

Pemilu Sabah sendiri diikuti oleh 447 kandidat, termasuk 56 calon independen.

Pemilu tersebut dilakukan di tengah ketidakpastian politik di tingkat federal, setelah pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengumumkan telah mengumpulkan dukungan mayoritas parlemen sehingga dapat membentuk pemerintahan baru.

Muhyiddin meragukan klaim Anwar yang dianggapnya tanpa bukti.

Selama kampanye, Muhyiddin juga mengisyaratkan bahwa Pemilihan Umum ke-15 dapat digelar lebih awal jika GRS memenangkan pemilihan di Sabah. Pemilu ke-15 sendiri dijadwalkan dilaksanakan pada 2023. [dzk]



Komentar Pembaca
Ivanka Lincoln

Ivanka Lincoln

RABU, 28 OKTOBER 2020

Survei Tekanan Sosial

Survei Tekanan Sosial

SENIN, 26 OKTOBER 2020

Kordinator GIB: Hina Yahudi Disebut Anti Semit, Giliran Hina Islam Dianggap Kebebasan Berekspresi
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Isyaratkan Balik Pasca Terpilihnya Luis Arce
Mute Efektif

Mute Efektif

SABTU, 24 OKTOBER 2020

Plurinational Bola

Plurinational Bola

JUM'AT, 23 OKTOBER 2020

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds