Diduga Depresi, Pria Paruh Baya Mengamuk Di Pondok Pesantren Di Tangerang

Keamanan  MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020 , 10:16:00 WIB | LAPORAN: SOPIAN SUKRI

Diduga Depresi, Pria Paruh Baya Mengamuk Di Pondok Pesantren Di Tangerang

Pria ngakui di ponpes di Tangerang diamankan polisi/SOP

RMOLBANTEN. Seorang pria paruh baya, Sugiono (55) yang diduga depresi mengamuk tanpa sebab di Pondok Pesantren (Ponpes) Al'istiqlalia, di Kampung Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Salah satu saksi mata, Subhki menerangkan, Sugiono yang beralamat di Perum Rajeg Gardenia Blok D 12 No. 9, Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg ini mulanya mendatangi Ponpes Al'istiqlalia sekira pukul 17.00 WIB dengan tujuan untuk menemui ulama.

"Pertama kali pelaku datang pukul 17.00 Abuya Uci sedang mengajar ngaji para santrinya tepatnya di aula Ponpes Al'istiqlalia. Pelaku memaksa ingin masuk, namun kami cegah hingga akhirnya pelaku keluar dan pergi dengan menggunakan sepeda motornya," kata Subhki, Minggu (27/9).

Setelah itu pelaku, sambung Subhki, datang kembali sekitar pukul 19.00 WIB dan terus memaksa masuk ingin bertemu Kiai Uci Turtusi. Subhki beserta para santri yang lain pun melihat gelagat yang kurang baik, sehingga pelaku di bawa ke kantor sekretariat Kobong ponpes Al'istiqlalia.

"Sesampainya di kantor sekretariat pelaku yang diduga orang diduga depresi tersebut mengamuk sehingga terjadi keributan dengan santri yang ada di lokasi sekretariat ponpes. Selanjutnya kami menghubungi Polsek pasarkemis untuk meminta bantuan pengamanan," papar Subhki.

Kanit reskrim Polsek Pasar Kemis, IPTU Ucu Nuryadi beserta piket Reskrim langsung mendatangi TKP dan membawa pelaku ke Mapolsek Pasar Kemis untuk dimintai keterangannya.

"Saat ini keluarga dan ketua RT sudah hadir di Mapolres Pasar Kemis untuk kami mintai keterangan. Dari keterangan singkat rekan maupun keluarga pelaku yang diamankan, bahwa pelaku mengalami tingkah laku aneh semenjak seminggu kebelakang," terang Ucu.

Sambung Ucu dari santri yang mengamankan pelaku pertama kali, pelaku tidak membawa senjata tajam.

"Untuk saat ini kami sedang memintai keterangan mendalam dari para saksi, untuk perkembangan selanjutnya nanti kita akan beritahukan kepada teman-teman media," tukas Ucu. [ars]





Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds