Pengamat: Jika Tidak Mau Tunda Pilkada, Jokowi Harus Lakukan Lockdown Nasional Sampai Hari Pencoblosan

Politik  MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020 , 10:27:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Pengamat: Jika Tidak Mau Tunda Pilkada, Jokowi Harus Lakukan Lockdown Nasional Sampai Hari Pencoblosan

Presiden Joko Widodo didampingi Jurubicaranya Fadjroel Rachman/Net

RMOLBANTEN. Jika pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 tetap kekeuh dilaksanakan di tengah pandemik Covid-19, pemerintahan Joko Widodo harus melakukan lockdown nasional atau katantina wilayah secara total sampai sebelum pencolosan pada 9 desember nanti.

Saat ini hanya itu pilihan untuk keselamatan rakyat yang katanya menjadi prioritas. Opsi ini diambil karena pilihan menunda pelaksanaan pilkada pada 9 Desember tidak digubris.

Demikian disampaikan pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam kepada Kantor Minggu (27/9).

"Idealnya, tunda pilkada sampai pandemi reda atau kalau tidak, maka pemerintah harus melakukan lockdown total agar penyebaran corona bisa terkendali," terang Saidul Anam.
 
Presiden Jokowi diingatkan untuk tidak setengah hati mengatasi persoalan Covid-19 yang mengancam rakyat Indonesia.

Jangan sampai pilkada lebih dipentingkan ketimbang penanganan corona yang bisa menyelamakan nyawa rakyat.

Jika Presiden Jokowi tidak segera melakukan karantina wilayah secara total di seluruh wilayah di Indonesia, maka dipastikan penyebaran Covid-19 semakin buruk.

"Kalau tidak segera lockdown, maka jangan salahkan kalau corona akan semakin mengganas karena pilkada Desember 2020 mendatang," demikian Saiful Anam dilansir Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]



Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds