STRATEGI PASLON DI TENGAH COVID-19

Saraswati Tekankan Visi-Misi, Azizah Kedepankan Intuisi Dan Pilar Saga Banggakan Keluarga Sebagai Inspirasi

Politik  KAMIS, 01 OKTOBER 2020 , 14:55:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Saraswati Tekankan Visi-Misi, Azizah Kedepankan Intuisi Dan Pilar Saga Banggakan Keluarga Sebagai Inspirasi

Foto: Repro

RMOLBANTEN Tiga kandidat yang bertarung di Pilkada Tangsel yakni Calon Walikota Tangsel, Siti Nur Azizah, Calon Wakil Walikota Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Calon Wakil Walikota Pilar Saga Ichsan dipertemukan dalam acara Mata Najwa dengan tajuk 'Berebut Tahta di Tengah Wabah' pada edisi Rabu (30/9) malam.

Najwa yang identik dengan pertanyaan tajam mencecar tiga kandidat tersebut dengan pertanyaan apa tawaran utama yang akan disampaikan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Pilar Saga yang menjadi wakil dari petahana Benyamin Davnie, diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk menuturkan tawaran utama yang dibangun koalisi Benyamin-Pilar.

"Ya tentu saja saya dari basic pendidikan dari seorang arsitek punya gagasan pembangunan dan tata kota kedepannya," terang Pilar.

Anak dari Ratu Tatu Chasanah ini juga, menjelaskan jika dirinya terjun ke dunia politik karena memang sudah memiliki atmosfer politik sejak kecil di keluarganya.

"Kedua, saya mungkin dididik dari kecil mempunyai atmosfer dari kecil itu di dunia politik, jadi memang banyak inspirasi keluarga besar yang membawa saya ke arah pengabdian ke masyarakat. Dan itu menurut saya hal yang memang ada pada diri saya sebagai kandidat di Pilkada Tangsel," jelasnya.

Sementara itu, calon Walikota Tangsel Azizah yang mendapat pertanyaan yang sama, mengutarakan jika sosok keibuan akan ditawarkannya untuk menjadi bagian solusi membawa Tangsel ke arah yang lebih baik lagi.

"Kalau ingin melihat kepastian, kemudian saya bisa dilihat dari kandidat lain, tentu yang pertama mungkin sosok saya seorang ibu. Tentu atmosfer intuisi keibuan saya ini yang kemudian menjadi cara bagi saya untuk ikut menjadi bagian solusi di tangsel agar bisa lebih baik tentunya," ungkap Azizah.

Lanjut Azizah, dengan sosok keibuan yang dimilikinya dipercaya akan memperhatikan persoalan di Tangsel yang hingga saat ini belum terselesaikan.

Bahkan, Azizah dengan percaya diri menonjolkan sosok keibuannya yang sudah memiliki pengalaman birokrat selama 20 tahun. Dan, berbeda dengan kandidat lain karena tidak memiliki beban.

"Tentu intuisi saya sebagai seorang ibu yang cenderung akan memperhatikan, kemudian mencermati persoalan persoalan-persoalan yang memang saat harus kita selesaikan dan kita carikan solusinya bersama. Jadi itu yang akan membedakan, karena saya seorang ibu yang kebetulan saya punya backround seorang birokrat hampir 20 tahun, tata kelola pemerintahan itu menjadi modal yang tentu agak berbeda dengan kandidat lain karena saya tidak mempunyai beban masa lalu," terang putri dari Wakil Presiden Indonesia ini.

Sedangkan, calon Wakil Walikota Tangsel, Saraswati justru menyinggung pertanyaan yang dilontarkan oleh Najwa. Saraswati cenderung menjelaskan, tentang visi dan misi pasangan Muhamad-Saraswati.

"Dari pada kita membicarakan perbandingan dari segi karakter atau dari segi kepribadian, seharusnya kita mulai melihat dari segi visi misi dan program. Kalau dari Muhamad-Saraswati sendiri kami akan fokus menghadirkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, dengan pemimpin yang nyata pengabdiannya, dengan cara kita bergotong royong supaya terwujud sejahtera warganya, elok kotanya dan luhur budinya," ucap Saraswati.

Itu semua, lanjut Saras akan ditopang dengan program-program yang harus dipulihkan pada tahun 2021. Dan, pasangan Muhamad-Saras akan mengutamakan pemulihan ekonomi.

"Ini semua tentunya akan ditopang dengan program-program yang harus ditahun 2021 kita fokus kepada pemulihan ekonomi yaitu program utama dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, karena tentunya pandemi Covid, pemberdayaan masyarakat menjadi fokus kami dengan pemberdayaan UMKM," tandasnya.

Saraswati juga akan fokus dalam penanganan Covid-19, dimana masyarakat saat ini masih butuh sosialisasi bahayanya Covid-19.

"Kami juga akan fokus untuk penanganan Covid dengan tracing dan tracking karena melihat dengan trend saat ini sayangnya masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya Covid-19, jadi kita harus memberikan pendidikan sosialisasi dan tentunya ini akan jadi pr berat termasuk dengan infrastruktur termasuk pendidikan kesehatan dan lainnya," tutup Saraswati. [dzk]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds