Sepakbola Bukan Pilkada

KATA BUNG JOKER  SENIN, 05 OKTOBER 2020 , 00:22:00 WIB

Sepakbola Bukan Pilkada

Ilustrasi/Repro

RMOLBANTEN Tanggal 9 Desember 2020 akan digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada). Pilkada kali ini merupakan penundaan yang seharusnya di gelar pada bulan September masih dalam tahun yang sama. Penundaan karena adanya pandemi virus corona baru atua biasa disebut Covid-19.

Pelaksanaan Pilkada termaktub dalam bunyi pasal 8B PKPU No 5 Tahun 2020. "Pelaksanaan pemungutan suara serentak yang ditunda karena terjadi bencana non alam Coronavirus Disease 2019 (COVID 19) dilaksanakan pada 9 Desember," bunyi pasal 8B PKPU No 5 Tahun 2020.

Diketahui, Pilkada 2020 dilaksanakan serentak di 224 Kabupaten dan 37 kota serta 9 Provinsi di Indonesia. Total ada 270 Pilkada.

Tidak ada satupun daerah yang luput dari virus yang berasal mula dari Wuhan negeri China yang jauh disana.

Dorongan penundaan Pilkada pun muncul dari sana-sini.  Namun pemerintah tetap bersikukuh Pilkada harus tetap dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Salah satu alasan, kalau tidak dilaksanakan akan ada kekosongan kepala daerah yang tidak bisa begitu saja di jabat oleh pelaksana tugas atau PLT. Harus dijabat kepala daerah yang depinitif dipilih rakyat lewat Pilkada.

Tidak ada yang bisa menghentikan langkah pemerintah untuk menggelar Pilkada ini. Sejumlah aturan barupun dimunculkan untuk pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19. Misalnya, tidak ada lagi kampanye akbar, massa paslon dibatasi kurang dari 100 orang dan harus berjarak.

Selanjutnya, kampanye pun di tekankan lebih menggunakan media sosial atau daring.

Tidak ada masalah dengan aturan ini malah terlihat bagus. Sayangnya, harapan tidak seperti kenyataan. Masyarakat tetap melibatkan diri dalam gelaran akbar lima tahunan ini. Beberapa paslon pun tidak mentaati protokol kesehatan, bahkan ada paslon deklarasi melibatkan banyak sekali orang. Inilah harapan yang tidak sesuai kenyataan.

Tidak ada langkah tegas dalam menindak Paslon pelanggar protokol Covid-19 ini menjadi persoalan. Sehingga Bawaslu hanya memberikan surat teguran saja tidak sampai menganulir. Sementara pemerintah lewat Kemendagri hanya me-warning.

Disisi lain masyarakat Indonesia perlu hiburan. Salah satunya adalah even akbar sepakbola Liga Indonesia yang berhenti karena pandemik Covid-19 ini. Masyarkat pun menanti-nanti kapan liga akan dimulai.

Sama denga Pilkda, jadwal Sepakbola pun ditunda, untuk kemudian dilanjutkan lagi pada bulan Oktober ini. 

Di tengah ekonomi yang terpuruk karena imbas Covid-19, Sepakbola selalu menjadi kegembiraan masyarakat Indonesia. PSSI sebagai induk sepakbolapun merencakanan Liga Shopee (Liga Utama) akan digelar awal Oktober ini.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru punya alasan kenapa liga harus segera dimulai, salah satunya event Piala Dunia U-20 2021.

Sejumlah aturan baru pun telah disiapkan PSSI untuk peserta liga, seperti tidak dihadiri penonton, dan protokol kesahatan ketat. Langkah PSSI ini juga sesuai dengan regulasi FIFA dan mencontoh klub-klub di Eropa, Asia maupun lainnya.

Italia, Spanyol dan China yang tingkat virus coronanya tinggi tetap menggelar liga tanpa dihadiri penonton.

Namun, di Indonesia berbeda, rencana ini akhirnya batal terwujud beberapa hari sebelum liga diputar kembali karena pihak Kepolisian tidak memberikan izin keramaian untuk Liga 1 dan Liga 2. Polri menganggap kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Kemudian Polri juga sudah mengeluarkan maklumat dan penegasan tidak mengeluarkan izin keramaian di semua tingkatan.

Melalui Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, PSSI menghormati dan memahami keputusan Polri yang belum mengizinkan kompetisi.

Penundaan Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 memberikan dampak negatif pada pemain, pelatih, dan klub. Namun, penundaan ini juga bakal berdampak kerugian pada Indonesia secara keseluruhan. Terutama pengaruh pada status tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

FIFA bisa saja meninjau ulang penunjukan Indonesia sebagai penyelenggara.

Piala Dunia U-20 2021 merupakan event akbar yang membutuhkan persiapan matang dan situasi yang aman. Adanya penundaan ini bisa saja membuat FIFA menilai Indonesia belum siap menggelar Piala Dunia U-20 2021 karena masih berjuang memerangi pandemi Covid-19.

Jika FIFA memutuskan untuk mengalihkan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 tentu saja menjadi kerugian buat Indonesia.

Hilang sudah kesempatan untuk menonton langsung Piala Dunia yang pastinya punya peluang lebih besar ketika bermain di negara sendiri.

Ditilik dari kesehatan, pemain bola yang main di lapangan jumlahnya 11 orang dengan cadangan maksimal 12 orang, manajer, pelatih dan official lainya. Setiap mau bermain aturan swab test ketat, begitupun setelah selesai main.

Liga pun tidak melibatkan penonton, jadi pemain bola terlokalisir dari gangguan viru corona itu.

Sementara Pilkada pada 9 Desember nanti secara berjamaah akan mencoblos pasangan calonnya di bilik-bilik TPS. Larangan berkerumun pun dipastikan tidak akan berjalan dengan tertib dilapangan, jika melihat tahapan kampanyepun berjubel.

Justru pemerintah sepertinya sedang mempertontonkan kelucuan aturan bukannya menekan penyebaran Covid-19, malah mengundang terjadinya kluster baru virus corona (kluster Pilkada).

Sementara sepakbola.

Ah sudahlah tidak perlu dibahas lagi karena Sepakbola memang bukan Pilkada. Mudharat dan manpaat pun jadi bingung menilainya.

Kita doakan saja semoga Pilkada aman-aman saja dari corona dan Indonesia tetap menjadi tuan rumah piala dunia. Merdeka. [dzk]

Komentar Pembaca
Janur Kuning Belum Di Ujung Gang Poros Baru Bisa Jadi Menang
Azmi Abubakar: <i>Tidak Semudah Itu Ferguso</i>
Tes Pikun

Tes Pikun

MINGGU, 26 JULI 2020

Suntik Lysol

Suntik Lysol

MINGGU, 26 APRIL 2020

Wartawan Tidak Boleh Sakit

Wartawan Tidak Boleh Sakit

KAMIS, 12 MARET 2020

Wangsit Pilkada

Wangsit Pilkada

JUM'AT, 24 JANUARI 2020

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds