Kilah Lurah Saidun Dicecar DPRD Tangsel Soal Isu SARA Di Pilkada Tangsel

Politik  JUM'AT, 09 OKTOBER 2020 , 09:06:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Kilah Lurah Saidun Dicecar DPRD Tangsel Soal Isu SARA Di Pilkada Tangsel

Lurah Benda Baru, Saidun tertunduk saat dicecar anggota DPRD Tangsel perihal chat berbau SARA/LAN

RMOLBANTEN Lurah Benda Baru, Saidun yang melempar isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA) ditengah Pilkada Tangsel sontak menjadi perhatian masyarakat.

Sebagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangsel sikapnya itu dinilai dapat memecah belah kerukunan umat beragama di Tangsel.

Lurah Saidun kemudian dimintai menjelaskan duduk persoalan hingga ia bisa menyampaikan pesan seperti itu dihadapan para anggota DRPD Tangsel di ruang aspirasi, Kamis (8/10).

Dihadapan pimpinan rapat pertemuan, Lurah Saidun berkilah jika pesan tersebut merupakan mutlak darinya. Dan, Lurah Saidun dengan tegas mengatakan tidak akan menjawab.

"Dari awal saya kaget ada whatsapp ataupun telfon dari beberapa teman terkait apa yang beredar. Begitu juga saya terima kasih kepada pimpinan rapat yang sudah mengingatkan untuk mengkonfirmasikan apakah benar atau tidak? Dan mohon maaf tidak saya jawab karena kenapa, saya tidak tahu jelas yang sebenarnya itu persoalannya," jelas Lurah Saidun di Ruang Aspirasi.

Bahkan, Lurah Saidun sempat mengatakan, jika isu SARA yang tertera pada potongan gambar di aplikasi whatsapp hanyalah sebuah candaan yang terjadi sudah 2-3 bulan yang lalu.

"Hari ini akan ada penjelasannya, pertama kali saya dikatakan tidak memiliki rasa nasionalisme dengan membaca berita dan saya kaget loh kenapa ini berita muncul. Sementara ini adalah konsumsi di talim kurang lebih 2-3 bulan lalu, kalau tidak salah kita sempat ngaji di talim dengan hal-hal sambil mengaji sambil ada candaan seperti itu. Dan saya jawab apa adanya sesuai dengan pengajian tersebut. Dan bukan semata mata ini mutlak dari saya," ungkapnya.

Mendengar ucapan dari Lurah Saidun, pimpinan rapat yakni anggota Komisi I DPRD Tangsel, Drajat Sumarsono dan anggota dewan yang hadir juga geram. Karena, sangat jelas pesan yang dikirim Saidun tersebut tertanggal pada 6 September 2020 pada pukul 08.52 WIB.

Setelah dicecar dan adanya bukti yang dimiliki, Lurah Saidun akhirnya mengakui jika hal itu terjadi pada 1 bulan lalu.

"Memang betul itu tulisan saya dan mohon maaf, seingat saya sudah buang data-data itu dan saya sadar karna akan ada efek kedepannya. Saya mohon maaf atas ke khilafan ini dan saya mohon maaf kalau ternyata itu 1 bulan yang lalu kejadiannya," ucap Saidun.

Saat melakukan hal itu, Saidun mengakui bahwa ia tak melihat dirinya sebagai lurah atau pejabat di Kota Tangsel.

"Saya ketika majlis taklim itu tak bertugas dan bertindak sebagai jamaah," tutupnya. [ars]



Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds