Liput Demo Pakai Jaket PERS, Ponco Sulaksono Ditahan Polisi Dengan Muka Lebam

Hukum  JUM'AT, 09 OKTOBER 2020 , 17:02:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH

Liput Demo Pakai Jaket PERS, Ponco Sulaksono Ditahan Polisi Dengan Muka Lebam

Ponco Sulaksono/Net

RMOLBANTEN Aksi represif polisi mengendalikan massa berujung salah tangkap. Korbannya, seorang wartawan media online Ponco Sulaksono.

Ponco, mengungkapkan kronologis penangkapan dirinya oleh aparat Polda Metro Jaya (PMJ), saat meliput aksi demo menolak omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Kamis (8/10) sore.

"Saya sedang meliput saat itu. Lalu ada petugas (kepolisian) yang datang dan mengangkut saya dengan yang lain," ungkap Ponco saat ditemui wartawan di tahanan PMJ, Jumat (9/10) pagi.

Saat itu, Ponco mengenakan jaket bertuliskan PERS berukuran besar pada bagian punggung. Serta mengalungkan kartu pers media MerahPutih.com.

Bahkan, sesaat sebelum diamankan, Ponco sempat mengatakan kepada polisi, bahwa dirinya adalah wartawan yang meliput demo. Namun, aparat justru menangkap alumni Universitas Nasional itu.

"Saya sudah bilang kepada petugas, saya wartawan. Tapi tak mengerti juga. Saat itu saya berada di Monas," urai Ponco.

Data terhimpun, saat ini Ponco masih ditahan di tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) PMJ. Berdasarkan foto yang beredar di kalangan jurnalis, wajah Ponco tampak lebam seperti bekas terkena benturan.

Kabid Humas PMJ, Kombes Yusri Yunus membenarkan terkait penangapan Ponco. Namun, Yursi belum berkenan menjelaskan kronologi penangkapan Ponco. "Ada di Tahti. Lagi diambil keterangan," timpal Yusri.

Sebelumnya, Ponco dilaporkan hilang kontak saat meliput aksi demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja, Kamis sore. Redaksi MerahPutih.com sempat menyebarkan pesan berantai terkait situasi Ponco yang belum diketahui hingga pukul 23.30 WIB.

Tim redaksi MerahPutih.com juga sempat mencari Ponco ke rumah sakit sekitar Gambir. Namun, belum membuahkan hasil. Mereka lantas berkoordinasi dengan LBH Pers Jakarta untuk terus mencari keberadaan Ponco.

"Untuk itu, kami dari merahputih.com meminta jika benar Ponco Sulaksono turut diamankan oleh pihak kepolisian saat demo hari ini bisa memberikan kabar ke pihak redaksi untuk memberikan pendampingan," ucapnya.

Untuk diketahui, dalam Pasal 24 Perkapolri 9/2008, polisi wajib menghindari upaya paksa terjadinya hal-hal yang kontra produktif. Salah satu dalam butir a disebutkan, larangan tindakan spontanitas dan emosional aparat, menangkap dengan kasar dengan menganiaya atau memukul.

Di samping itu, pengamanan demonstrasi juga m2ngacu pada Peraturan Kapolri No. 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa atau (Protap Dalmas). Dalam Protap disebutkan, tidak ada kondisi khusus yang bisa menjadi dasar aparat polisi melakukan tindakan represif.

Dalam kondisi apapun, Protap secara tegas melarang anggota satuan Dalmas melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur. Seperti mengucapkan kata-kata kotor, pelecehan seksual, atau memaki-maki pengunjuk rasa pun dilarang. [tsr]


Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds